"Mencari 11 orang dari 270 juta rakyat Indonesia untuk membentuk tim nasional yang kompetitif tidak sulit jika semua hal itu kita benahi dengan benar," kata Erick Thohir.
Tim nasional sebuah negara kata Erick Thohir hanya sekuat kompetisi liganya. Liga yang kuat akan menghasilkan tim nasional yang kuat.
Dan Liga yang lemah maka tim nasionalnya lemah. Kata Erick Thohir sekarang ini sudah saatnya sepakbola Indonesia naik kelas.
Membenahi sepakbola kata Erick Thohir bukan sebatas urusan teknis sepakbola saja, seperti taktik atau formasi, melainkan juga urusan manajerial, bisnis, penegakan hukum, urusan political will dan dukungan.
Sementara itu menteri BUMN Erick Thohir memiliki pengalaman yang mumpuni di dunia sepakbola karena pernah menjadi Presiden Inter Milan, salah satu klub terbesar di benua Eropa.
Saat itu, Erick Thohir menggantikan posisi Massimo Moratti untuk menyelamatkan Inter Milan.
Erick Thohir membenahi manajemen Inter Milan yang saat itu kondisinya sedang terpuruk hingga mendapat investasi dari Suning Holdings Grup asal China.
Langkah Erick Thohir itu dianggap sebagai sebuah terobosan lantaran sebelumnya klub sepakbola Italia terkesan tertutup untuk investasi asing.
Karena langkah Erick Thohir tersebut pihak manajemen Inter Milan pernah berterima kasih kepadanya atas keberhasilan tersebut.
Erick Thohir juga punya pernah menjadi pemegang saham mayoritas di DC United, klub sepakbola Liga Amerika Serikat.***