Menurut Bey Machmudin, bank bjb memiliki beberapa program wirausaha yang bisa menjadi salah satu solusi untuk kondisi tersebut, namun ia pun tak memaksa pemain Persib untuk menerima tawaran tersebut.
Bey Machmudin mengatakan bahwa profesi pesepak bola sama saja dengan orang yang bekerja kantoran.
Namun yang membedakannya, mereka (pesepakbola) berkarier sejak awalnya hanya berfokus untuk bermain bola.
Oleh sebab itu, ia berharap semua pemain Persib Bandung apalagi putra daerah harus bisa mempertahankan kehidupannya lebih baik pascagantung sepatu dari lapangan hijau.
"Mereka harus bisa mempertahankan hidupnya dengan standar hidup yang baik," ujar Bey Machmudin.
Oleh karena itu, Bey Machmudin juga menyampaikan kepada manajemen Persib Bandung, agar "kadeudeuh" yang diberikan oleh Pemda Provinsi Jabar melalui bank bjb, PT. Migas Hulu Jabar, dan PT. Jamkrida, dapat digunakan sebagai investasi jangka panjang untuk kehidupan pascamenjadi seorang atlet sepak bola.
Sementara itu Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengaku senang dengan perhatian Pemerintah Daerah Provinsi Jabar.
Menurut Umuh Muchtar, Persib Bandung tidak melihat "kadeudeuh" tersebut dari nilainya, tapi makna dibalik itu, dimana ia mengartikan kadeudeuh sebagai kanyaah (bentuk ungkapan kasih sayang).
Hal serupa disampaikan Henhen Herdiana, yang mengaku bersyukur atas "kadeudeuh" Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk Persib Bandung, pascamenjawarai Liga 1 2023-2024 ini.
Henhen mengatakan, "kadeudeuh" tersebut akan menjadi pelecut bagi dirinya dans eluruh pemain Persib Bandung untuk menorehkan prestasi yang lebih baik ke depannya.
"Mudah-mudahan di tahun selanjutnya kita bisa lebih baik lagi," tutur Henhen Herdiana.***