BONE, ViewJabar.com - Peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil yang dikemudikan oknum anggota polisi dengan sepeda motor di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik.
Insiden tragis itu mengakibatkan seorang balita berinisial GN (4) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka parah yang dideritanya.
Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah beredar rekaman detik-detik usai kecelakaan.
Dalam video yang beredar, terdengar suara histeris kakak korban, Masrur (19), yang berteriak meminta pertolongan kepada warga.
Baca Juga: Polisi Bawa Pelaku Mutilasi ke Kali Licin, Anjing K9 Cari Potongan Kaki Korban
"Tolong semuanya... tolong!" teriak Masrur, sementara warga yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan bantuan dan membawa korban ke rumah sakit.
Sebelum kecelakaan terjadi, Masrur mengaku sedang membonceng ibu dan adik balitanya menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Mereka hendak menuju lokasi pawai kemerdekaan.
Namun, saat berhenti di lampu merah, motor yang mereka tumpangi tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh sebuah mobil hingga seluruh penumpang terpental dan balita tersebut terseret beberapa meter.
Kasat Lantas Polres Bone, AKP Riyanda Putra, mengungkapkan bahwa mobil Daihatsu Xenia yang terlibat dikemudikan oleh seorang anggota Polres Bone berinisial Ipda MA (49).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga terjadi karena kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga tidak dapat berhenti saat mendekati persimpangan.
Akibat benturan keras tersebut, balita GN mengalami luka di beberapa bagian tubuh, termasuk benturan di bagian belakang kepala.
Korban sempat mendapat penanganan medis di RSUD Tenriawaru Watampone, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, pengemudi mobil, pengendara sepeda motor, dan ibu korban dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.
Polres Bone memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional.
Selain penyelidikan oleh Satlantas, kasus ini juga telah dikoordinasikan dengan Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bone karena salah satu pihak yang terlibat merupakan anggota Polri.