Heboh Kasus Yurizal, RSUP Persahabatan Angkat Bicara: Dokter Tamara Jasmine Bukan Pegawai Kami

photo author
Astriyani., View Jabar
- Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:39 WIB
Nama Dokter Tamara Jasmine menjadi salah satu nakes yang jadi sorotan utas viral terkait BPJS Kesehatan di Threads.  (Threads/reynaldoaritonang96)
Nama Dokter Tamara Jasmine menjadi salah satu nakes yang jadi sorotan utas viral terkait BPJS Kesehatan di Threads. (Threads/reynaldoaritonang96)

JAKARTA, ViewJabar.com - Sebagian publik di media sosial kembali dihebohkan dengan ramainya kasus dugaan penghinaan terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan bernama Yurizal Tri Chaerawan.

Perbincangan yang bermula dari sebuah utas di platform Threads itu hingga kini masih menjadi sorotan dan memicu gelombang kecaman dari warganet.

Sorotan publik semakin mengarah kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang diketahui memberikan komentar pada unggahan Yurizal.

Alih-alih menunjukkan empati, beberapa komentar justru dinilai bernada olokan hingga dianggap menyakiti hati pasien dan keluarganya.

Baca Juga: Usai Polemik Pasien BPJS, dr Gia Beri Pesan Menyentuh: Selelah-lelahnya Nakes, Lebih Lelah Jadi Pasien

Salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan adalah dokter Tamara Jasmine. Dalam unggahan yang kemudian beredar luas di media sosial, ia menulis,

"Kalian cuma bayar ke BPJS, bukan bayar ke RS, apalagi nakesnya. Jadi, enggak usah songong. Kalau enggak suka, ya enggak usah berobat di situ. Tidak ada yang minta kalian berobat."

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras. Warganet kemudian menelusuri identitas dokter Tamara Jasmine melalui akun LinkedIn yang mencantumkan dirinya pernah bertugas sebagai dokter jaga IGD dan rawat inap di RSUP Persahabatan serta dokter di RS Umum Pusri Palembang.

Namun, RSUP Persahabatan segera mengeluarkan klarifikasi resmi. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa dokter Tamara Dewi Jasmine bukan merupakan pegawai maupun tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan tersebut.

RSUP Persahabatan juga menegaskan seluruh pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosial pribadi dokter Tamara merupakan tanggung jawab pribadi dan sama sekali tidak mewakili sikap, kebijakan, maupun pandangan resmi rumah sakit.

Sementara itu, RS Pusri Palembang membenarkan bahwa dokter Tamara merupakan pegawai baru yang mulai bergabung sejak Mei 2026. Rumah sakit menyebut yang bersangkutan juga bertugas di sejumlah klinik kesehatan lainnya.

Melalui pernyataan resminya, RS Pusri menegaskan setiap tenaga medis bertanggung jawab penuh atas penggunaan akun media sosial pribadi.

Manajemen juga mengungkapkan telah melakukan pemanggilan terhadap dokter Tamara untuk memberikan klarifikasi serta menyiapkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk komitmen menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat.

Kasus ini sendiri bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di Threads pada 22 Juli 2026. Saat itu ia mengeluhkan telah menunggu selama delapan jam namun belum juga mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit.

Unggahan tersebut kemudian dibanjiri balasan dari sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan. Beberapa komentar bahkan memicu kemarahan publik karena dianggap tidak memiliki rasa empati terhadap pasien.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X