Heboh! Dokter Diduga Rendahkan Pasien BPJS, Riwayat LPDP hingga Prestasi Dibongkar Warganet

photo author
Astriyani., View Jabar
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:38 WIB
Menyoroti viralnya kasus komentar seorang dokter bernama dr Elda Putri Rahardini yang dinilai tak etis saat menanggapi keluhan pasien BPJS. (Instagram.com/@fakta.indo)
Menyoroti viralnya kasus komentar seorang dokter bernama dr Elda Putri Rahardini yang dinilai tak etis saat menanggapi keluhan pasien BPJS. (Instagram.com/@fakta.indo)

JAKARTA, ViewJabar.com - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan polemik dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah dokter saat menanggapi keluhan seorang pasien penerima BPJS Kesehatan.

Kasus ini memicu gelombang kecaman warganet setelah diketahui pasien yang sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan ruang rawat inap itu dikabarkan meninggal dunia.

Peristiwa ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltrich yang mengaku harus menunggu sekitar delapan jam untuk memperoleh kamar rawat inap.

Curahan hati tersebut kemudian menyebar luas di media sosial, terlebih setelah muncul kabar bahwa pemilik akun telah meninggal dunia.

Baca Juga: Penemuan Jasad Dalam Karung Beras Gegerkan Depok, Polisi Selidiki Identitas Korban

Di tengah ramainya perbincangan publik, sejumlah komentar dari akun yang diduga milik tenaga kesehatan ikut menjadi sorotan. Salah satu yang paling banyak menuai kritik berasal dari akun Threads @erudarahaadini, yang diketahui merupakan milik dr Elda Putri Rahardini.

Dalam komentar yang beredar luas, dr Elda diduga mempertanyakan kapasitas berpikir pemilik akun menggunakan bahasa Inggris.

"(Foto profil)-nya seperti orang have tetapi aslinya haven't kah? Haven't some brain cells."

Komentar tersebut dinilai banyak warganet bernada merendahkan pasien. Tak butuh waktu lama, tangkapan layar komentar itu menyebar ke berbagai platform media sosial dan memicu gelombang kecaman terkait etika komunikasi seorang tenaga kesehatan terhadap pasien.

Kontroversi semakin meluas setelah akun Instagram @dakwahreel.id membagikan rangkuman tangkapan layar komentar dari beberapa akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan yang turut merespons keluhan pasien BPJS tersebut.

Nama dr Elda pun menjadi perhatian publik setelah diketahui merupakan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain itu, jejak prestasinya juga kembali mencuat. Berdasarkan unggahan akun @internaugm, dr Elda pernah meraih penghargaan Best Systematic Review pada ajang The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) 2025.

Fakta tersebut justru memunculkan beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian warganet menilai muncul ironi karena sosok yang memperoleh pendanaan pendidikan dari negara dan memiliki rekam jejak akademik dinilai tidak menunjukkan empati dalam komunikasi kepada pasien.

Setelah kontroversi semakin meluas, dr Elda akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga almarhum, teman-teman, serta masyarakat luas. Ia juga mengakui komentarnya tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang dokter.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X