JAKARTA, ViewJabar.com - Gelombang kecaman terhadap sejumlah tenaga kesehatan yang sempat melontarkan komentar sinis kepada pasien BPJS, Yurizal, terus bergulir di media sosial.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah seorang perawat bernama Widhiyarini Pangestika yang kini akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah komentarnya dianggap tidak berempati dan memicu kemarahan publik.
Kontroversi bermula dari unggahan Yurizal pada 25 Juli 2026 yang mengeluhkan belum memperoleh ruang rawat inap selama delapan jam meski telah menggunakan layanan BPJS Kesehatan.
Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibalas dengan komentar bernada sarkastis dari Widhiyarini.
Baca Juga: Heboh! Dokter Diduga Rendahkan Pasien BPJS, Riwayat LPDP hingga Prestasi Dibongkar Warganet
"Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan," tulisnya melalui akun Threads pribadinya.
Komentar tersebut langsung menuai kritik keras dari warganet. Situasi semakin memanas setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada Jumat, 31 Juli 2026. Kabar duka itu diumumkan melalui akun Threads milik almarhum oleh seseorang yang mengaku sebagai anggota keluarga.
Sejak kabar meninggalnya Yurizal tersebar, unggahan lama yang berisi komentar dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan kembali viral. Banyak warganet menilai komentar-komentar tersebut mencerminkan sikap yang tidak memiliki empati terhadap pasien.
Di tengah derasnya kritik, Widhiyarini akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui akun Threads pribadinya pada Rabu (5/8/2026). Ia mengawali pernyataannya dengan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
"Dengan kerendahan hati saya, menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum Yurizal," tulisnya.
Ia juga mengakui komentarnya telah melukai keluarga korban dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum atas komentar yang saya tulis pada utas Threads akun pribadi saya tanggal 25 Juli 2026. Komentar saya juga menambah kesedihan keluarga yang sedang berduka atas kehilangan orang yang dicintai," ungkapnya.
Tak hanya Widhiyarini, beberapa dokter dan tenaga kesehatan lain yang sebelumnya ikut memberikan komentar bernada sinis kepada Yurizal juga mulai menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
Meski demikian, kasus tersebut dipastikan tetap akan diproses melalui mekanisme etik oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Sementara itu, Pakar kesehatan sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab peristiwa yang dialami Yurizal sebelum seluruh fakta terungkap.
Artikel Terkait
Penemuan Jasad Dalam Karung Beras Gegerkan Depok, Polisi Selidiki Identitas Korban
Heboh! Dokter Diduga Rendahkan Pasien BPJS, Riwayat LPDP hingga Prestasi Dibongkar Warganet