Menurutnya, informasi mengenai pasien yang menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Ia menilai terdapat dua kemungkinan yang harus diklarifikasi, yakni apakah pasien sebenarnya sudah mendapatkan penanganan medis tetapi belum memperoleh kamar rawat, atau justru belum mendapatkan penanganan yang memadai sekaligus belum memperoleh ruang perawatan.
Di sisi lain, Tjandra menegaskan bahwa dokter maupun tenaga kesehatan harus selalu mengedepankan empati terhadap pasien.
Ia mengingatkan pentingnya memahami konsep einfuhlung, istilah dalam bahasa Jerman yang berarti kemampuan untuk ikut merasakan apa yang dialami orang lain.
Menurutnya, pasien tidak hanya datang membawa penyakit, tetapi juga membawa beban, kecemasan, dan berbagai persoalan yang menyertai kondisi kesehatannya.
Karena itu, setiap tenaga kesehatan dituntut tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga menunjukkan rasa empati dalam setiap interaksi dengan pasien.(*)
Artikel Terkait
Penemuan Jasad Dalam Karung Beras Gegerkan Depok, Polisi Selidiki Identitas Korban
Heboh! Dokter Diduga Rendahkan Pasien BPJS, Riwayat LPDP hingga Prestasi Dibongkar Warganet