JAKARTA, ViewJabar.com - Penemuan ratusan senjata api, VCD porno hingga narkoba di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, masih menjadi perhatian publik.
Meski penyelidikan polisi terus berlangsung, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, menjelaskan bahwa proses pembongkaran ruangan yang berisi ratusan senjata dan berbagai barang mencurigakan dilakukan pada sore hingga malam hari.
Langkah tersebut sengaja dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas para siswa di lingkungan sekolah.
"Semua berjalan dengan baik. Kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, tidak terjadi gangguan apa pun di sekolah," ujar Hermawanto.
Ia juga memastikan seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini bermula saat pihak yayasan hendak membuka sebuah ruangan yang rencananya akan digunakan untuk kebutuhan sekolah.
Namun, mereka justru menemukan ratusan senjata beserta berbagai perlengkapan lain yang mengejutkan.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengungkapkan bahwa di dalam ruangan tersebut ditemukan sebanyak 995 pucuk senjata, terdiri dari berbagai jenis, termasuk sejumlah laras panjang dan laras pendek.
Selain itu, petugas juga menemukan magasin, peredam, amunisi berbagai kaliber, beberapa unit airsoft gun menyerupai senjata militer, taser, alat pembuat peluru, hingga buku panduan pembuatan amunisi.
Tak hanya itu, di lokasi juga ditemukan VCD porno serta narkoba yang kini seluruhnya telah diamankan polisi sebagai barang bukti.
Menurut Untung, ruangan tersebut diduga sebelumnya digunakan oleh mantan Ketua Yayasan berinisial IWD.
Ia mengaku terkejut karena di lingkungan sekolah tersimpan berbagai barang yang seharusnya tidak berada di area pendidikan, terutama alat pembuat amunisi.