Namun, hal tersebut masih merupakan versi yang disampaikan pihak keluarga berdasarkan percakapan yang mereka bagikan.
Keluarga Laporkan Dugaan Pembunuhan
Keraguan keluarga terhadap penyebab kematian Loren kemudian berlanjut ke jalur hukum.
Pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Polda Sumatera Utara pada Kamis (6/8/2026) malam dengan nomor LP/B/1286/VIII/2026/SPKT.
Kuasa hukum keluarga, Paul JJ Tambunan, mengatakan laporan tersebut dibuat setelah keluarga melihat kondisi jenazah yang dinilai menimbulkan sejumlah pertanyaan.
Keluarga mengaku menemukan sejumlah luka lebam, memar, hingga sayatan pada tubuh Loren ketika jenazah tiba di rumah duka.
Temuan tersebut kemudian dipertanyakan karena sebelumnya pihak kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan dan menyebut penyebab kematian Loren adalah luka tembak akibat bunuh diri.
Perbedaan keterangan inilah yang kini menjadi sorotan.
Keluarga meminta penyebab kematian Loren diusut secara menyeluruh dan transparan. Mereka berharap proses hukum dapat menjawab berbagai pertanyaan yang masih muncul, termasuk kondisi jenazah, kepemilikan senjata api, hingga rangkaian kejadian sebelum Loren ditemukan meninggal dunia.
Sementara itu, kepolisian masih berpegang pada hasil penyelidikan yang telah disampaikan sebelumnya. Laporan yang diajukan keluarga kini menjadi bagian dari proses hukum untuk mengungkap fakta secara lebih lengkap.
Kasus kematian Loren pun masih bergulir. Publik kini menanti hasil penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi sebelum perempuan tersebut ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumah mantan suaminya.