News

Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Karo, Pernyataan Bupati soal “Berita Baik” Bikin Geger

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:21 WIB
Bupati Karo, Antonius Ginting sebut siswa yang diduga keracunan MBG di Berastagi dalam kondisi baik. (Instagram/kominfo_karo)

KARO, ViewJabar.com — Kasus dugaan keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menghebohkan masyarakat. Kali ini, ratusan siswa di sejumlah sekolah di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami gejala keracunan pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Video proses evakuasi para siswa pun viral di media sosial. Sejumlah ambulans terlihat silih berganti membawa para siswa menuju sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Di tengah kepanikan tersebut, pernyataan Bupati Karo Antonius Ginting justru menjadi sorotan. Antonius menyebut kondisi para siswa berdasarkan pengecekan pemerintah daerah tidak mengkhawatirkan dan sebagian disebut telah membaik.

“Jadi, dari anak sekolah yang kemungkinan, ini masih kemungkinan gejala keracunan ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan. Semuanya kami lihat satu per satu,” ujar Antonius saat ditemui di RS Amanda Berastagi, Kamis, 13 Agustus 2026.

Antonius kemudian menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah “berita baik”.

“Ini berita baik, kalau pun ada sesuatu kejadian, berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik,” imbuhnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah saat ini fokus memastikan kesehatan dan pemulihan para siswa.

“Yang paling penting, kita pastikan dulu kesehatan anak-anak ini,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus menyampaikan hingga Kamis sore terdapat sekitar 269 siswa yang diduga mengalami gejala keracunan.

Rinciannya, 204 siswa berasal dari SMAN 1 Berastagi, 25 siswa dari SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa dari SMK Swasta Bersama. Zulkarnain juga menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.

Para siswa mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RS Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, RSUD Kabanjahe, RS Mina, dan Puskesmas Berastagi.

Data terbaru dari Dinas Kominfo Karo bahkan mencatat jumlah siswa yang ditangani mencapai sekitar 289 orang.

Di RS Amanda Berastagi, tercatat 157 siswa mendapatkan perawatan, terdiri dari 137 pasien rawat inap dan 20 pasien rawat jalan. Kemudian 90 siswa ditangani di RS Efarina, 35 orang di RSUD Kabanjahe, 4 orang di RS Mina, serta 3 lainnya di Puskesmas Berastagi.

Perbedaan data 269 dan 289 siswa tersebut menunjukkan pendataan masih berkembang seiring proses penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Pernyataan Bupati Karo yang menyebut kondisi tersebut sebagai “berita baik” kemudian memicu perdebatan di media sosial.

Halaman:

Tags

Terkini