Kisah Pilu Nidia Usai Ayah Meninggal, Soroti Pengalaman di IGD RSUD Merah Putih

photo author
Redaksi, View Jabar
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:02 WIB
Menyoroti viralnya curhatan warga yang mengeluhkan pelayanan RSUD Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah. Berikut ini kronologinya.  (Instagram.com/@magelang_raya)
Menyoroti viralnya curhatan warga yang mengeluhkan pelayanan RSUD Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah. Berikut ini kronologinya. (Instagram.com/@magelang_raya)

MAGELANG, ViewJabar.com - Jagat media sosial tengah ramai menyoroti curhatan seorang warga bernama Nidia Aurelia yang mengaku kecewa terhadap pelayanan RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Curhatan tersebut mencuat setelah Nidia membagikan pengalaman pilu ketika membawa sang ayah yang kondisinya disebut sudah menurun drastis ke IGD RSUD Merah Putih.

Melalui akun Instagram pribadinya, @nidiaarl_, Nidia mengungkapkan bahwa keluarga memutuskan membawa ayahnya ke IGD karena kondisi kesehatan yang semakin drop.

Namun, menurut pengakuannya, pasien justru sempat diperiksa di luar ruangan IGD dengan alasan kondisi ruangan sedang penuh.

"Saat masuk ke IGD, bapak terpaksa diperiksa di luar ruangan dengan alasan kamar penuh," ungkap Nidia.

Ia kemudian mengaku harus menunggu sekitar 1,5 jam di kursi roda. Dalam penantiannya, keluarga disebut belum mendapatkan kepastian mengenai kondisi kesehatan sang ayah.

Nidia juga menyebut terdapat kendala dalam pemeriksaan darah sehingga hasil pemeriksaan belum dapat diketahui secara jelas.

Keluarga Minta Rawat Inap

Melihat kondisi sang ayah yang dinilai semakin parah, keluarga kemudian berulang kali meminta agar pasien mendapatkan perawatan dan menjalani rawat inap.

Namun, berdasarkan cerita Nidia, permintaan tersebut tidak langsung disetujui. Pasien disebut dinilai belum menunjukkan gejala yang mengharuskan rawat inap.

"Bapak disuruh pulang, (dibilang) tidak perlu rawat inap," bebernya.

Keluarga pun disebut tetap berusaha meyakinkan dokter karena khawatir kondisi sang ayah justru memburuk ketika sudah berada di rumah.

 

Nidia mengaku semakin terpukul ketika dokter yang bertugas disebut menyarankan agar sang ayah dibawa ke puskesmas apabila dalam tiga hari kondisinya tidak mengalami perubahan.

"Kenapa puskesmas? Padahal bapak kondisinya sudah drop parah," sambung Nidia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X