VIEWJABAR - Bulan Rajab memiliki keutamaan jika dibandingkan dengan bulan lainya pada penanggalan Hijriah.
Bulan Rajab merupakan bulan ke tujuh pada penanggalan Hijriah dan peristiwa isra mi'raj terjadi pada bulan Rajab ini.
Keutamaan bulan Rajab, kata Ustadz Nabi Muhammad SAW sering meningkatkan amalan ini di bulan Rajab.
Baca Juga: Tingkatkan Disiplin dan Tanggung Jawab Kepada Siswa SMAN 1 Tasikmalaya, Buat Skenario Waktu
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan kalau bulan Rajab merupakan bulan haram bersama tiga bulan lainya yakni, Muharram, Dzulqaidah dan bulan Dzulhijjah.
Menurut Ustadz Adi Hidayat pada bulan bulan haram tersebut, Nabi Muhammad SAW sering meningkatkan amalan ibadah ini termasuk di bulan Rajab.
Bulan Rajab kata Ustadz Adi Hidayat termasuk bulan haram, dan nabi Muhammad SAW sering meningkatkan amalan ibadah puasa di bulan haram.
Baca Juga: KPU Garut Lantik 1, 326 Anggota PPS
Dalam sebuah hadist shahih yang diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa Nabi Muhammad SAW sering meningkatkan puasa di bulan bulan haram termasuk Rajab.
Kata Aisyah, "Saya kadang-kadang melihat Nabi Muhammad SAW puasa seakan-akan tidak buka, tapi sering juga melihat beliau seakan-akan gak puasa".
Puasa merupakan ibadah yang jika dikerjakan maka secara otomatis semua jenis maksiat akan ditinggalkan.
Puasa itu bisa meningkatkan semua jenis ketaatan kepada Allah SWT, makanya baik untuk dikerjakan.
Mengingat orang yang menjalankan ibadah puasa memiliki keinginan untuk menjaga keberkahan dari ibadah puasa yang dikerjakan.
Ketika menjalankan ibadah puasa, maka hal-hal yang bersifat maksiat akan dijauhi dan akan semakin dekat kepada ketaatan kepada Allah SWT.