Puasa Hari Arafah Berbeda Tanggal, Begini Panduan Pelaksanaannya

photo author
Dedy Suhaeri, View Jabar
- Rabu, 12 Juni 2024 | 06:51 WIB
Suasana Wukuf Di Arafah Musim Haji lalu
Suasana Wukuf Di Arafah Musim Haji lalu

 

VIEWJABAR.COM-Puasa Hari Arafah adalah puasa yang memiliki pahala luar biasa luar yang akan diperoleh orang yang melaksanakannya. Menurut hadis, pahala puasa Hari Arafah menghapuskan dosa satu tahun lalu dan satu tahun yang akan datang.

Lalu kapan kita harus melakukan puasa Hari Arafah? Apalagi terjadi perbedaan penentuan awal bulan Dzulhijah antara Arab Saudi dengan Indonesia. Sementara puasa Hari Arafah dikaitkan dengan prosesi wukuf yang terjadi di Arafah.

Pemerintah Arab Saudi menetapkan awal Dzulhijah 1445 Hijriah pada Jumat 7 Juni 2024. Sementara Pemerintah Indonesia menetapkan awal Dzulhijah pada 8 Juni 2024. Dengan demikian pelaksanaan puasa hari Arafah dan Iduladha pun akan berbeda satu hari.

Baca Juga: Begini Proses dan Urutan Safari Wukuf Bagi Orang Yang Sakit Saat Berhaji

Puasa Hari Arafah di Arab Saudi yakni tanggal 9 Dzulhijah akan berlangsung pada hari Sabtu 15 Juni 2024 sedangkan di Indonesia 9 Dzulhijah akan jatuh pada Minggu, 16 Juni 2024. Anda akan puasa Arafah kapan?

Menyikapi ikhtilaf (perbedaan) ini, ulama muda Ustad Abdul Somad (UAS) dan Ustad Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan.

Menurut UAS dalam youtube @haiguysofficial menyebutkan, kapan pelaksanaan puasa Arafah tergantung dari kapan seseorang mengambil awal bulan Dzulhijah. Bila seseorang mengikuti awal Dzulhijah sesuai penetapan Arab Saudi maka puasanya mengikuti penanggalan Saudi juga.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional le-28 Tingkat Kabupaten Sumedang Digelar di Ujungjaya

Demikian juga, kalau seseorang mengikuti penetapan tanggal 1 Dzulhijah Indonesia maka puasanyanya pun mengikuti penanggalan Indonesia.

Ketika UAS ditanya kenapa Indonesia lebih lambat dalam penentuan awal Dzulhijah dibanding Arab Saudi. Padahal secara waktu, Indonesia justru lebih cepat 4 jam dibanding Arab Saudi.

Menurut UAS, penetapan tanggal berbeda dengan penetapan waktu solat. “Waktu salat itu patokannya Matahari dan Indonesia tentu lebih cepat dibanding Arab. Sedangkan penetapan tanggal atau awal bulan Hijriah itu patokannya adalah anak bulan (hilal) yang posisinya di barat, tentu Arab Saudi lebih duluan daripada kita di Indonesia.” Jelas UAS.

Baca Juga: PMI Kabupaten Bandung Prioritaskan Layanan Kebencanaan dan Layanan Darah

Sementara Ustad Adi Hidayat (UAH) dalam YouTube Zayyan Channel.menjelaskan tentang adanya perbedaan waktu tersebut  dengan melihat teks dari hadis yang memuat tentang anjuran puasa Arafah.     

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Suhaeri

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X