VIEWJABAR.COM-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bandung memprioritaskan program pelayanan kebencanaan selain pelayanan utama mereka yakni pelayanan darah. Hal itu dilakukan mengingat wilayah Kabupaten Bandung termasuk dearah yang rawan bencana.
"Yang menjadi prioritas di Kabupaten Bandung adalah pelayanan kebencanaan dan pelayanan darah. Karena Kabupaten Bandung termasuk daerah rawan bencana," kata Asep Deni Ramdani, Ketua PMI Kabupaten Bandung yang baru dilantik, Selasa 11 Juni 2024.
Pelantikan Pengurus PMI Kabupaten Bandung masa bakti 2024 – 2029 dilaksaanakan oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Barat, Irjen. Pol. (Purn) Drs. H. Adang Rochjana. Selain pengurus juga dilantik Dewan Kehormatan PMI Kab. Bandung. Turut hadir Bupati Bandung Dadang Supriatna selaku Pembina PMI Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional le-28 Tingkat Kabupaten Sumedang Digelar di Ujungjaya
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi kiptah PMI Kab. Bandung yang telah banyak berkontribusi terhadap Pemkab Bandung. Hal yang paling terasa selama ini adalah penanggulangan bencana dan kemanusiaan seperti pelayanan darah.
Bupati Dadang yang biasa disapa Kang DS berharap, Pengurus PMI Kabupaten Bandung yang baru dilantik agar dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, serta semakin banyak menebar manfaat bagi masyarakat.
Menurut Kang DS, pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Bandung ini menjadi momentum bagi PMI Kab. Bandung untuk terus berkontribusi dalam membantu masyarakat dan mewujudkan visi dan misi PMI.
"Dengan dedikasi, kerja keras, dan kekompakan, PMI Kabupaten Bandung diharapkan dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ucap Kang DS..
Menyikapi tantangan masa depan yang terus bergerak terutama persoalan digitalisasi, Kang DS menyampaikan harapan agar terus menggenjot pembangunan SDM dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. Termasuk peningkatan kapasitas SDM yang profesional.
Kang DS menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi PMI Kabupaten Bandung agar kuat dan solid. Hal ini penting untuk memastikan setiap program dan kegiatan dapat berjalan dengan baik, efisien, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Ini Penyebab Kurs Rupiah Merosot Terhadap Dolar AS Pada Sesi Penutupan Selasa 11 Juni 2024
"Kita tidak bisa menghindari persoalan digitalisasi. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan SDM yang profesional dan paham tentang digitalisasi," tegasnya.
Terkait dengan digitalisasi, menurut Kang DS tidak akan terlepas dari pemanfaatan big data. Kang DS mendorong PMI untuk memanfaatkan big data dalam memetakan daerah-daerah yang berpotensi terjadi bencana. Big data, menurut Kang DS, penting untuk menyusun rencana dan program kerja yang efektif.
Artikel Terkait
Inilah 5 Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Masuk Kawasan Metropilitan Bandung Raya
Alat Berat Disiapkan di Daerah Rawan Bencana