Klarifikasi Penjahit Viral di Bali: Mengaku Kesal karena Pelanggan Tak Mau Menunggu

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Minggu, 19 Juli 2026 | 16:02 WIB
Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali.  (Instagram/hiddenbyhilda)
Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali. (Instagram/hiddenbyhilda)

BALI, ViewJabar.com - Jagat media sosial tengah digemparkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan adu argumen sengit antara seorang penjahit dan pelanggannya di Desa Sibangkaja, Abiansemal, Badung, Bali.

Perselisihan yang awalnya dipicu masalah jasa jahitan ini dengan cepat memicu kemarahan publik setelah sang penjahit diduga melontarkan ujaran rasisme hingga ancaman fisik yang ekstrem.

Video yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @hiddenbyhilda ini kini menuai gelombang reaksi keras dari warganet hingga tokoh publik, setelah pelanggan tersebut membagikan kronologi kekecewaannya di akun @hallo.denpasar.

Baca Juga: Penyekapan Wanita di Cikarang Terungkap, Sang Pacar Akhirnya Diringkus Polisi!

Kronologi: Janji Jahitan yang Tak Kunjung Selesai

Menurut keterangan pelanggan, sengketa ini bermula saat ia menyerahkan pakaian untuk dijahit pada 30 Juni 2026.

Kesepakatan awal menyebutkan baju tersebut selesai pada 1 Juli 2026. Namun, saat pelanggan datang sesuai jadwal, pakaiannya belum rampung.

 

Kekecewaan memuncak ketika janji penyelesaian pada 2 Juli dan 3 Juli kembali diingkari. Merasa dirugikan karena sudah membayar biaya jasa, pelanggan tersebut meminta pengembalian uangnya.

 

"Masalahnya saya bayar, lho. Ya sudah saya tunggu 10 menit, saya tunggu baju saya. Empat hari, lho," keluh pelanggan tersebut dalam rekaman video.

Lontaran SARA dan Ancaman Kekerasan

Situasi memanas ketika sang penjahit, yang diketahui bernama Sintya, memberikan respons di luar dugaan.

 

Bukan sekadar menolak pengembalian uang, ia justru melontarkan kata-kata kasar yang membandingkan asal daerah pelanggan.

"Orang Bali orang kaya-kaya, bukan kayak kamu, orang miskin. Kamu orang miskin nggak makan di Jawa, nyari uang di Bali, main-main sama orang Bali," ujar Sintya dalam video tersebut.

Tak berhenti di situ, oknum penjahit tersebut bahkan mengeluarkan ancaman yang sangat mengkhawatirkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X