Diduga Tertekan Beban Kerja, Kepala SPPG Pameungpeuk Ditemukan Tewas di Parkiran Mal Bandung

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Senin, 13 Juli 2026 | 14:26 WIB
Menyoroti fakta di balik kasus kematian Kepala SPPG Pameungpeuk di area parkiran Mall Bandung.  (Instagram.com/@terasnegeriku)
Menyoroti fakta di balik kasus kematian Kepala SPPG Pameungpeuk di area parkiran Mall Bandung. (Instagram.com/@terasnegeriku)

BANDUNG, ViewJabar.com - Jagat media sosial tengah ramai menyoroti kasus kematian tragis yang menimpa seorang pria berusia 26 tahun yang menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pameungpeuk, Kabupaten Bandung.

Korban ditemukan meninggal dunia di area parkir gedung mall Kings Shopping Centre, Kota Bandung, pada Minggu, 12 Juli 2026 pagi.


Kapolsek Regol Bandung, Kompol Megawati Triyani, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari petugas keamanan mall pada pukul 06.30 WIB.

Baca Juga: Pria Muda Diduga Gantung Diri di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung

Personel Polsek Regol bersama tim Inafis Polrestabes Bandung pun segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).


"Pada hari Minggu pukul 06.30 WIB kami menerima laporan dari teknisi dan satpam bahwa ada kejadian tersebut," kata Megawati dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.

"Sehingga dari piket dan gabungan Inafis turun ke lapangan dan melakukan olah TKP," sambungnya.

Ditemukan Tergantung di Lantai 12

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area gedung mall tersebut dengan seutas tali.

"Korban (tergantung) dengan tali di lantai 12," ungkap Megawati.

Dari hasil olah TKP, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang pribadi milik korban untuk dijadikan sebagai barang bukti.


Beberapa barang yang dibawa petugas di antaranya adalah telepon genggam, sandal, serta Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Selain barang-barang tersebut, polisi juga menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga kuat ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya. Surat itu ditujukan khusus untuk pihak keluarga.

 

"Jadi ada barang yang diamankan, handphone, sandal, KTP dan satu surat tulis tangan permohonan maaf kepada pihak keluarga," jelas Megawati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X