Surat Wasiat Ungkap Pergolakan Batin dan Tekanan Kerja
Kematian Kepala SPPG ini kian menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah isi surat wasiatnya beredar luas.
Lembaran kertas tersebut mengungkap adanya dugaan tekanan kerja yang berat serta pergolakan batin mendalam yang dialami korban selama memimpin instansi tersebut.
Dalam penggalan surat yang beredar, korban secara terbuka menyampaikan rasa bersalah dan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarganya karena merasa telah menjadi sosok yang mengecewakan.
"Maafin kalau jarang cerita atau ngobrol. Belum bisa berpikir dewasa, mengecewakan keluarga," demikian tertulis dalam isi surat tersebut.
Tidak hanya kepada keluarga, korban juga meninggalkan pesan emosional bagi rekan-rekan kerjanya di bagian dapur SPPG.
Korban diduga merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi posisinya saat ini dan merasa performa kerjanya masih sangat kurang.
"Kepada rekan kerja dapur, maafin saya banyak kurangnya. Saya belum pantas mendapatkan posisi itu," tulis korban.
"Saya tidak bisa bekerja dengan semestinya, maaf jadi beban kalian," tandasnya di akhir surat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Belum ada keterangan resmi lanjutan mengenai kronologi mendalam serta kepastian penyebab utama di balik aksi nekat Kepala SPPG Pameungpeuk tersebut.*
Artikel Terkait
Pria Muda Diduga Gantung Diri di Lantai 12 Parkiran Mal Kings Bandung