Skandal Kuota SPPG: Yayasan Amanah Puri Annisa di Bandung Diduga Kuasai Ratusan Titik Gizi

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Kamis, 9 Juli 2026 | 21:59 WIB
Ilustrasi dugaan monopoli SPPG di Bandung.  (Generator AI)
Ilustrasi dugaan monopoli SPPG di Bandung. (Generator AI)

BANDUNG, ViewJabar.com - Pengelolaan ratusan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat kini berada di bawah sorotan tajam. Investigasi lapangan mengungkap adanya dugaan gurita monopoli oleh satu yayasan yang nekat menabrak regulasi demi menguasai jaringan program krusial ini di berbagai daerah.


Berdasarkan laporan investigasi yang dilansir dari PorosJakarta.com, bidikan utama tertuju pada Yayasan Amanah Puri Annisa yang beralamat di Jalan Merkuri Tengah Nomor 6, Margahayu Raya, Kota Bandung.

Yayasan yang dipimpin oleh seorang dosen akademi tata boga bernama Neni dan rekannya, Budi, diduga kuat mengendalikan titik SPPG dalam jumlah yang tidak wajar.

 

Gurita Jaringan Menabrak Aturan Badan Gizi Nasional

Penelusuran langsung di lapangan pada Kamis, 9 Juli 2026, menguak fakta mengejutkan dari mulut orang dalam yayasan. Tiga pegawai, Andin (ahli gizi), Entin (administrasi keuangan), dan Jejen (petugas keamanan), membeberkan skala operasional yayasan yang fantastis.

Sejauh pengetahuan mereka, Yayasan Amanah Puri Annisa awalnya mengelola sekitar 200 titik SPPG. Jumlah tersebut kemudian menyusut menjadi 150 titik, dan saat ini yang dilaporkan masih aktif beroperasi berada di kisaran 100 titik.

Jaringan ini menggurita lintas wilayah, mulai dari Kota Bandung (termasuk 7 hingga 8 titik di Kecamatan Rancasari), Tasikmalaya, Subang, Jakarta, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.
Angka pengelolaan ini menjadi sinyal pelanggaran berat.

Berdasarkan aturan resmi Badan Gizi Nasional (BGN), satu yayasan dibatasi ketat hanya boleh mengelola maksimal 10 titik SPPG di wilayah provinsi yang sama. Pembatasan ini mutlak diterapkan guna mencegah praktik monopoli, menjamin efektivitas penyaluran, serta memastikan pemerataan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Jika angka 100 hingga 200 titik tersebut terbukti valid, maka yayasan ini telah melanggar batas kuota regulasi hingga ratusan persen.

Teka-Teki Sosok "HH" dan Aroma Transaksi Gelap

Indikasi kongkalikong semakin menguat seiring munculnya rumor keterlibatan sosok misterius berinisial HH. Informasi dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa HH merupakan orang dekat dari istri kedua seorang tokoh bernama Sony Sanjaya.

HH diduga kuat menjadi "kartu as" yang memuluskan jalan bagi yayasan untuk meraup ratusan titik pelayanan gizi tersebut.
Bukan hanya soal kuota yang janggal, investigasi ini juga mencium aroma transaksi gelap.

Muncul dugaan kuat mengenai adanya mekanisme setoran wajib dalam pengelolaan SPPG di Jawa Barat.

Seorang sumber rahasia mengaku telah melihat sebagian dokumen berupa bukti transfer dana yang diduga berkaitan langsung dengan aliran uang dari pengelolaan yayasan maupun titik-titik SPPG tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X