VIEWJABAR.COM - Nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar AS merosot pada sesi penutupan transaksi pada Selasa 11 Juni 2024 sore.
Depresiasi rupiah terhadap dolar AS itu terjadi saat pelaku pasar menunggu bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dalam memutuskan suku bunga pada pekan ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kurs rupiah melemah 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.291 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.283 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa 11 Juni 2024.
Sebelumnya Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa 11 Juni 2024 dibuka turun ke level Rp16.295 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.290 per dolar AS.
"Investor mengantisipasi keputusan suku bunga The Fed dan rilis data inflasi AS bulan Mei yang akan dirilis pada minggu ini," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada ANTARA di Jakarta, Selasa 11 Juni 2024.
Disebutkan, pergerakan dolar AS turut dipengaruhi keputusan The Fed yang diperkirakan memangkas suku bunga.
Mengingat data Non Farm Payrolls (NFP) AS yang lebih tinggi dari ekspektasi, investor memperkirakan The Fed hanya memangkas suku bunganya sekitar 25 basis poin (bps) pada 2024.
Angka itu berarti lebih rendah dibandingkan dengan eskpektasi penurunan sekitar 50 bps sebelum rilis data NFP bulan Mei. Konisi ini mendorong permintaan untuk dolar AS secara global.
Ekonomi Eropa
Apresiasi dolar AS juga, menurut dia, sebagian besar didorong oleh penurunan tajam pada Euro setelah ketidakpastian muncul di Zona Euro setelah pemilihan parlemen di Perancis.
Baca Juga: Siapa yang akan Jadi Pemenang Copa America 2024? Kecerdasan Buatan Menyebut Argentina dan Brasil Berpeluang serta Menjadi Favorit
Presiden Perancis Emmanuel Macron menyerukan pemilihan parlemen mendadak di akhir bulan ini setelah kemenangan partai pemimpin sayap kanan, Marine Le Pen dalam pemilu.
Keputusan mengejutkan dari Macron itu mendorong ketidakpastian yang lebih tinggi terhadap kondisi ekonomi Eropa secara keseluruhan, sehingga menyeret turun Euro pada sesi perdagangan hari Senin 10 Juni 2024.***
Artikel Terkait
Ekonomi Global Tahun 2023 Melambat, Hanya Tumbuh 1,9 Persen, Dewan Keamanan PBB Ungkap Penyebabnya
Kerjasama Indonesia dan Tiongkok, Ini Bahasan yang Ditawarkan, Airlangga Hartarto Sebut Pemulihan Ekonomi
Musim Kemarau Membuat Petani dan Penjual Bibit Kampung Punclut Neglasari Meradang, Ekonomi Jadi Sulit !
Serba Serbi Peresmian Pasar Kaget Taman Tanah Sareal Bogor, UMKM Bergerak Ekonomi Meningkat, Ini Kata Pengunjung !
Ini Penyebab Rupiah Menguat Sore Hari Ini Selasa 4 Juni 2024, Naik 10 Poin Posisi Rp16.220 Per Dolar AS