Musim Kemarau Membuat Petani dan Penjual Bibit Kampung Punclut Neglasari Meradang, Ekonomi Jadi Sulit !

photo author
Tunggal Pratama, View Jabar
- Rabu, 11 Oktober 2023 | 05:37 WIB
Musim kemarau panjang, penjual bibit di kampung Punclut Desa Neglasari meradang, sepi pembeli bibit karena tidak ada petani yang menanam (Dok. Adji Shg)
Musim kemarau panjang, penjual bibit di kampung Punclut Desa Neglasari meradang, sepi pembeli bibit karena tidak ada petani yang menanam (Dok. Adji Shg)

VIEWJABAR - Musim kemarau yang sudah berjalan Selama hampir empat bulan tak hanya menimbulkan kekeringan karena berkurangnya air, Namun juga berimbas pada perputaran ekonomi masyarakat.

Para pedagang bibit bibit pohon misalnya, selama musim kemarau nyaris tak ada penjualan sama sekali.

"Boro boro marelak kai atuda Ujang, apan taneuhna ge gararing, Matak salami halodo mah, Tara pisan Aya nu meser bibit" kata Husaenah pemilik penjualan bibit bibit pohon yang berada di kampung penclut desa Neglasri kecamatan Salawu.

Baca Juga: 7 Warga Cigalontang Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunana Makanan, Setelah Makan Sate Mual dan Pusing

Kondisi seperti itu menurutnya sudah biasa mereka alami setiap musim kemarau tiba. Masyarakat tak ada yang membeli bibit pohon. Dengan demikian maka tak heran jika musim kemarau para penjual bibit pohon merana.

Saat ini di lokasi penjualan bibit bibit pohon yang berada di kampung penclut desa Neglasari, menurut para pedagang tak kurang dari seratus ribu pohon dengan berbagai jenis pohon dan buah. Yang merupakan milik beberapa orang pedagang bibit.

"Kalau musim kemarau mah, penjualan lesu, tapi pemeliharaan malah semakin repot," kata Dadang pedagang lainnya.

Baca Juga: Yaris Tubruk Pantat Truk di Kilometer 133 Tol Purbaleunyi, 1 Tewas, Korban Dilarikan ke RSHS Kota Bandung

Selama musim kemarau, menurut para penjual bibit pohon, mereka harus bekerja ekstra, karena harus tetap memelihara bibit bibit pohon tersebut dengan cara rutin menyiram agar tida sampai layu dan mati.

Pemeliharaan bibit bibit pohon di musim kemarau, bagi para pedagang memang sangat merepotkan, di satu sisi penjualan tida ada, namun di sisi lainya pengeluaran untuk biaya pemeliharaan justru meningkat.

"Sebenarnya kalau masalah menyirami bibit pohon itu, saat musim hujan juga, bibit bibit pohon mah harus selalu rutin di siram, karena untuk menjaga pertumbukan akar dan batang, tetapi kali musim kemarau seperti sekarang, selain di siram air, itu juga harus di semprot dengan memakai beberapa jenis obat pupuk daun," katanya.

Baca Juga: Penanganan Sampah Masih Belum Ideal, Masa Darurat Sampah Kota Bandung Diperpanjang

Hal tersebut di lakukan untuk menjaga agar daun daun bibit pohon tida layu dan tetap sehat dan segar.

"Ya mudah mudah saja Cepat ada hujan lagi pa, biar banyak yang membeli lagi bibit pohonnya" kata Dadang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asof

Sumber: Pres Realis

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X