BEKASI, ViewJabar.com – Kecelakaan maut yang melibatkan satu unit truk wing box dan belasan sepeda motor terjadi di Simpang Kampus Unisma, Jalan Cut Mutia, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (29/6) pukul 08.30 WIB.
Insiden yang diduga dipicu oleh rem blong ini mengakibatkan satu orang pengemudi ojek daring (ojol) tewas di tempat dan tujuh lainnya luka-luka.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Pol. Gefri Agitia, mengonfirmasi data sementara korban dalam insiden tersebut.
Truk diduga kuat tidak dalam kondisi siap operasi saat melintas.
Baca Juga: Dulu Tuduh Ibu Tiri, Ayah Kandung Bocah Nizam di Surade Resmi Ditahan Kejari Sukabumi
"Info awal sementara ada satu korban meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. Dugaan sementara, terkait kendaraannya tidak siap beroperasi atau rem blong," kata Gefri di Bekasi, Senin (29/6).
Menurut saksi mata di lokasi kejadian, Bayu Sukma Nugraha (24), truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jakarta menuju Terminal Bekasi.
Truk tetap melesat meski lampu lalu lintas di persimpangan jalan masih menyala merah.
"Langsung nabrak motor-motor yang lagi berhenti di lampu merah. Beberapa sepeda motor beserta korban bahkan sempat terseret truk sebelum kendaraan itu akhirnya berhenti di median jalan," ujar Bayu.
Benturan keras tersebut memicu efek domino. Selain menghantam kendaraan yang sedang berhenti, truk juga mengenai kendaraan dari arah Tol Timur menuju SMPN 2 Kota Bekasi yang sedang melintas di persimpangan.
Saksi memperkirakan total ada belasan motor yang terdampak dalam kecelakaan ini.
Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polsek Rawalumbu, Iptu Asep Triana, menambahkan bahwa data kendaraan utama yang terlibat langsung adalah satu unit truk boks dan lima unit sepeda motor.
Hingga saat ini, petugas kepolisian masih berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan informasi lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.****