Viral! Pamit Salat Lalu Menghilang, Kepala SPPG Blora Ternyata Resign Lewat Pesan Digital

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Selasa, 21 Juli 2026 | 18:57 WIB
Mengintip peristiwa kepala SPPG di Blora, Jawa Tengah yang mendadak resign usai sempat hilang setelah berpamitan untuk tunaikan salat.  (Instagram.com/@timewave.id)
Mengintip peristiwa kepala SPPG di Blora, Jawa Tengah yang mendadak resign usai sempat hilang setelah berpamitan untuk tunaikan salat. (Instagram.com/@timewave.id)
BLORA,ViewJabar.com - Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Blora, M Abdul Toha, mendadak mengundurkan diri dari jabatannya setelah sempat pamit melaksanakan salat.
 
Keputusan sepihak ini mengakibatkan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, terhenti total.
 
Toha diduga kuat memilih mundur karena lokasi penugasan yang terlalu jauh dari kampung halamannya di Jambi.
 
Selain faktor jarak, beredar kabar bahwa kondisi orang tuanya yang sedang sakit menjadi alasan utama ia meninggalkan posisinya secara tiba-tiba.
 
Kronologi Kejadian: Pamit Salat Lalu Menghilang
 
Aksi pengunduran diri Toha bermula pada Senin, 13 Juli 2026. PIC Yayasan Catur Pilar, Mei, mengungkapkan bahwa Toha awalnya meminta izin kepada rekan kerjanya untuk menunaikan salat.
 
 
 
"Hal itu diketahui dari Sobri selaku Asisten Lapangan (Aslap). Pada siang hari, Kepala SPPG M. Abdul Toha izin untuk salat dengan berjalan kaki," ujar Mei dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).
 
 
Namun, Toha tidak pernah kembali ke kantor dan semua saluran komunikasinya mendadak terputus.
 
Kejutan berikutnya datang pada sore hari, ketika Toha mengirimkan surat pengunduran diri resmi kepada Koordinator Wilayah (Korwil) melalui pesan digital.
 
Dalam surat tersebut, ia menegaskan keinginannya untuk segera pulang ke Jambi.
 
Dapur MBG Lumpuh Total
 
Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Kunduran, Afif Ma'ruf, menyayangkan sikap Toha yang mundur tanpa adanya pemberitahuan maupun proses serah terima jabatan (sertijab) yang jelas.
 
"Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, baik ke SPPG maupun ke saya. Saya baru tahu sore harinya setelah mendapat informasi dari Korwil," jelas Afif, Minggu (19/7/2026).
 
Akibat tindakan Toha yang langsung pergi begitu saja, Dapur MBG Muraharjo terpaksa berhenti beroperasi sejak Selasa, 14 Juli 2026.
 
Afif menegaskan bahwa operasional dapur tidak bisa berjalan tanpa adanya pimpinan resmi. Saat ini, pelayanan pemenuhan gizi di wilayah tersebut mandek total sembari menunggu penunjukan Kepala SPPG yang baru.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X