Jejak Skandal Suap Bupati Lombok Barat: 19 Orang Diamankan, 2 Ruang Kerja Disegel

photo author
Adis Cahyana, View Jabar
- Selasa, 21 Juli 2026 | 18:41 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini usai terjaring OTT KPK.  (Instagram.com/@laluahmadzaini_laz)
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini usai terjaring OTT KPK. (Instagram.com/@laluahmadzaini_laz)
JAKARTA, ViewJabar.comKegembiraan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 berubah menjadi petaka bagi Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ).
 
Hanya berselang beberapa jam setelah peluit panjang pertandingan berakhir, LAZ diringkus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan skandal suap proyek pemerintah daerah.
 
 
KPK kini resmi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan Sang Bupati sebagai tersangka.
 

Kronologi OTT Pasca-Nobar

Senin dini hari, 20 Juli 2026, Ahmad Zaini masih berkumpul bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat untuk menyaksikan laga final Piala Dunia.
 
 
Kebersamaan itu menjadi momen terakhirnya sebelum berurusan dengan hukum.
 
Pagi harinya, sekitar pukul 07.30 WITA, tim penyidik KPK langsung bergerak menyegel ruang kerja Bupati dan ruang kerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPRPK), Lalu Ratnawo.
 
 
Sekretaris Daerah Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku terkejut saat mendapati kantornya sudah dipasang segel KPK.
 
"Tadi pagi kan kita nonton bareng (Bupati) sampai pagi di lapangan, setelah itu selesai bola kita pulang," ujar Saikhu.
 

19 Orang Diamankan, Uang Ratusan Juta Disita

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa operasi senyap di Lombok Barat ini menjaring total 19 orang.
 
 
Mereka terdiri dari unsur pejabat Pemkab Lombok Barat hingga pihak swasta selaku penyuap.
 
 
Bupati Ahmad Zaini sendiri ditangkap oleh tim KPK di rumah dinasnya.
 
Seluruh pihak yang diamankan langsung menjalani pemeriksaan awal di Mako Brimob Lombok Barat sebelum diterbangkan ke Jakarta.
 
"Sudah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa perkara ini naik ke tahap penyidikan," kata Budi Prasetyo di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
 
 
Dalam operasi tersebut, KPK menyita sejumlah dokumen penting dan uang tunai bernilai fantastis.
 
"Barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai dalam pecahan rupiah. Sampai dengan saat ini uang yang diamankan senilai ratusan juta rupiah," tambah Budi.
 

Menggurita di Proyek Pemkab

Kasus korupsi yang menjerat Ahmad Zaini diduga kuat berkaitan dengan komisi atau setoran dari sejumlah proyek infrastruktur dan pengadaan di lingkungan Pemkab Lombok Barat.
 
 
KPK masih terus mendalami total nilai suap dan keterlibatan pihak-pihak lain dalam pusaran kasus ini.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X