Ini Penyebab Rupiah Menguat Sore Hari Ini Selasa 4 Juni 2024, Naik 10 Poin Posisi Rp16.220 Per Dolar AS

photo author
Ivan Warga, View Jabar
- Selasa, 4 Juni 2024 | 17:09 WIB
Ilustrasi uang rupiah. Kurs rupiah menguat pada sesi penutupan transaksi sore hari ini Selasa 4 Juni 2024. (Pixabay/EmAji)
Ilustrasi uang rupiah. Kurs rupiah menguat pada sesi penutupan transaksi sore hari ini Selasa 4 Juni 2024. (Pixabay/EmAji)

VIEWJABAR.COM - Nilai tukar atau kurs rupiah menguat pada sesi penutupan transaksi sore hari ini Selasa 4 Juni 2024. Tercatat, rupiah naik 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.220 per dolar AS.

Tercatat, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa 4 Juni 2024 naik menjai Rp16.220 per dolar AS dari posisi sebelumnya sebesar Rp16.225 per dolar AS.

Menurut kalangan pengamat pasar uang, menguatnya kurs rupiah terhadap dolar AS terjadi di tengah menurunya PMI manufaktur Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Sssst! Jangan Bilang Siapa-Siapa, Inilah Buah-buahan, Kacang dan Umbi yang Membuat Awet Muda, Bebas dari Penuaan Dini

Hal itu diungkapkan pengamat pasar uang Ariston Tjendra seperti dikutip Antara Selasa 4 Juni 2024. Ia menjelaskan menurunnya data PMI manufaktur AS bulan Mei 2024 menambah ekspektasi pasar soal pemangkasan suku bunga acuan AS.

Berdasarkan data, disebutkan bahwa PMI manufaktur ISM AS Mei 2024 sebesar 48,7 atau lebih rendah dibandingkan sebelumnya sebesar 49,2 pada April 2024.

Menurut Ariston, tekanan turun terhadap dolar AS juga kemungkinan imbas dari data indikator inflasi AS, Core PCE Price Index yang dirilis Jumat malam, menunjukkan penurunan. Hal ini memberikan asa pemangkasan suku bunga acuan AS lagi ke pelaku pasar.

Baca Juga: Ini Nih Kode Redeem Free Fire FF Selasa 4 Juni 2024, Segera Klaim bagi yang Belum, Mungpung Masih Aktif

Sementara faktor internal dari dalam negeri yang turut mendukung penguatan rupiah berasal dari data inflasi Mei 2024 yang menunjukkan penurunan dibandingkan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia mengalami inflasi tahunan (year-on-year) 2,84 persen pada Mei 2024.

Kendati demikian pada sisi lain, perihal pemangkasan suku bunga AS masih rentan berubah. Pasalnya pada pekan ini ada data penting AS yang ditunggu oleh pelaku pasar global yaitu data tenaga kerja AS.

Data tenaga kerja AS itu akan memberikan ekspektasi baru bagi pelaku pasar soal peluang pemangkasan suku bunga AS. Jika data menunjukkan angka yang membaik, ekspektasi akan berbalik, dolar AS bisa menguat lagi. Jadi, pelaku pasar masih akan berhati-hati menyikapi pelemahan dolar AS saat ini.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ivan Warga

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X