Begini Proses dan Urutan Safari Wukuf Bagi Orang Yang Sakit Saat Berhaji

photo author
Dedy Suhaeri, View Jabar
- Selasa, 11 Juni 2024 | 21:06 WIB
Suasana safari wukuf dalam bus bagi jemaah yang sakit pada musim haji 2022. Karena wukuf adalah puncak prosesi ibdah haji yang bersifat wajib maka jemaah yang sakit pun tetap harus melaksanakannya.
Suasana safari wukuf dalam bus bagi jemaah yang sakit pada musim haji 2022. Karena wukuf adalah puncak prosesi ibdah haji yang bersifat wajib maka jemaah yang sakit pun tetap harus melaksanakannya.

 

VIEWJABAR.COM-Wukuf adalah prosesi puncak ibadah haji. Tanpa melaksanakan wukuf maka tidaklah sah haji seseorang. Bahkan untuk yang menderita sakit parah sekalipun harus melaksanakan wukuf di Arafah.

Lalu bagaimana caranya? Safari wukuf adalah jawabannya.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan safariwukufkan jemaah haji yang sakit dan dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Selain untuk jemaah sakit, fasilitasi safari wukuf juga untuk jemaah lansia nonmandiri.

Baca Juga: PMI Kabupaten Bandung Prioritaskan Layanan Kebencanaan dan Layanan Darah

“Kita lakukan medical check up untuk jemaah-jemaah risiko tinggi kesehatan, tujuannya untuk menyeleksi jemaah yang perlu disafariwukufkan, mana yang bisa diikutkan rombongan kloternya,” terang Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro Susilo, Selasa 11 Juni 2024 Waktu Arab Saudi.

“Ada proses screening untuk melihat potensi apakah jemaah tersebut mesti safari wukuf, atau mesti diikutkan rombongannya atau mungkin dibadalkan,” sambung dia.

Proses safari wukuf menurut Liliek adalah, sehari sebelum wukuf, petugas akan menjemput jemaah yang ikut safari wukuf di kloter-kloter untuk ditampung di KKHI. Selanjutnya, pada 9 Zulhijah, setelah subuh, jemaah sakit tersebut ditempatkan di bus-bus yang akan membawa ke Arafah.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional le-28 Tingkat Kabupaten Sumedang Digelar di Ujungjaya

“Sekitar jam 10.00 WAS, jemaah diberangkatkan ke Arafah didampingi petugas. Jemaah salat Zuhur dijamak dengan Asar kemudian diberikan khutbah wukuf di bus masing-masing. Setelah prosesi wukuf selesai, jemaah dibawa kembali ke KKHI,” ujar Liliek, Selasa.

“Jemaah safari wukuf sakit tidak bermalam (mabit) di Muzdalifah, lontar jumrah dan tahapan haji selanjutnya dibadalkan oleh petugas,” ucapnya.

Menjelang puncak haji, Liliek mengimbau jemaah untuk melakukan aktivitas ibadahnya di hotel. Jemaah agar fokus menjaga kebugaran tubuh dengan makan tepat waktu, minum obat rutin bagi yang punya penyakit kronis.

Baca Juga: Satgas Pasti OJK Berantas 896 Pinjol Ilegal dan 19 Investasi Ilegal, Tindak Lanjut Dari 7.560 Pengaduan

“Bila telah kembali ke hotel setelah bepergian ke luar, tolong minum oralit dicampur air, supaya tidak dehidrasi dan untuk mengganti cairan yang menguap saat jemaah di luar,” tandasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Suhaeri

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X