Puasa Hari Arafah Berbeda Tanggal, Begini Panduan Pelaksanaannya

photo author
Dedy Suhaeri, View Jabar
- Rabu, 12 Juni 2024 | 06:51 WIB
Suasana Wukuf Di Arafah Musim Haji lalu
Suasana Wukuf Di Arafah Musim Haji lalu


صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR. Muslim no. 1162) 

 Dalam hadis tersebut digunakan kata Yaum (hari) sebelum kata Arafah. Menurut UAH dengan dilekatkannya kata “Yaum” menunjukkan titik berat pada waktu bukan momentum.

“Kalau bahasanya puasa Arafah, maka tidak ada penafsiran lain. Semua di seluruh negeri ini harus berpuasa bersamaan dengan orang wukuf. Jadi, begitu di Arab Saudi wukuf sekarang, kita ikut puasanya di hari itu. Itu kalau tidak menggunakan yaum,” terang UAH.

Baca Juga: Satgas Pasti OJK Berantas 896 Pinjol Ilegal dan 19 Investasi Ilegal, Tindak Lanjut Dari 7.560 Pengaduan

Menurut UAH dengan adanya kata Yaum menegaskan puasa Hari Arafah itu dilakukan bukan mengikuti momentumnya, tapi mengikuti waktunya.

Dengan demikian, menurut UAH, ketika di suatu negara tanggal 9 Dzulhijjah berbeda dengan saat wukuf di Arafah, maka puasa Hari Arafahnya sesuai waktu negara tersebut.

“Jadi, jatuh puasanya pada tanggalnya, bukan pada momentum wukufnya pada tempat tertentu,” UAH menegaskan lagi.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Suhaeri

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X