khazanah

Perjalanan Syekh Abdul Muhyi dalam Pencarian Gua yang ada di Pamijahan

Senin, 13 Februari 2023 | 14:00 WIB
Syekh Abdul Muhyi Pamijahan

Syekh Abdul Muhyi bersama keluarga berpamitan kepada penduduk desa Darma di Kuningan untuk melanjutkan perjalanan mencari gua yang selama ini ia cari.

Setelah sampai di daerah Pameungpeuk yang termasuk wilayah kabupaten Garut saat ini disini beliau bermukim selama 1 tahun antara 1685 sampai 1686 masehi.

Baca Juga: Tekanan Psikis Pada Hakim Jelang Sidang Vonis Ferdy Sambo

Di sini Syekh Abdul Muhyi menyebarkan agama Islam secara hati-hati mengingat penduduk setempat waktu itu masih beragama Hindu.

Setelah melanjutkan perjalanan Syekh Abdul Muhyi sampai di Lebaksiu dan bermukim di sana selama 4 tahun, walaupun di Lebaksiu tidak menemukan gua yang dicari ia tidak putus asa dan tetap melangkah.

Akhirnya Syekh Abdul Muhyi sampai di Gunung Kampung Cilumbu dan turun ke lembah untuk bertapakur melihat keindahan alam sambil menanam padi.

Baca Juga: Punduh Imin: Kita Malu Oleh Tamu, Masyarakat Ambarayah Tasikmalaya Menenteng Cangkul dan Arit

Pada suatu hari Syekh Abdul Muhyi melihat padi yang ditanam telah menguning dan waktunya untuk dipetik, saat itu terpancar lah sinar cahaya kewalian dan terlihatlah kekuasaan Allah.

Dimana padi yang telah dipanen tadi ternyata hasilnya tidak lebih dan tidak kurang hanya mendapat sebanyak benih yang telah ia tanam, dimana ini sebagai tanda bahwa perjuangan mencari gua sudah dekat.

Dan beliau percaya bahwasanya di gunung ini terdapat sebuah gua yang selama ini ia cari, dimana sewaktu Syekh Abdul Muhyi berjalan ke arah timur terdengarlah suara air terjun dan kicauan burung yang keluar dari dalam lubang.

Lubang besar itu keadaannya sama dengan gua yang digambarkan oleh gurunya, seketika kedua tangannya diangkat memuji kebesaran Allah, yang kini di kenal dengan Gua Pamijahan.***

Halaman:

Tags

Terkini