GARUT, ViewJabar.com - Aksi pembacokan sadis yang sempat menggegerkan warga Garut kini berujung duka. Ricky Ardiansyah (44), pria yang menjadi korban serangan brutal oleh pamannya sendiri, akhirnya meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, membenarkan kabar meninggalnya korban.
Ricky mengembuskan napas terakhir pada Rabu (5/8/2026) pagi setelah sebelumnya dirawat secara intensif di RSUD dr. Slamet Garut sejak Senin (3/8/2026). Jenazah korban pun telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
"Iya benar (korban meninggal dunia)," ujar Adi, dikutip dari detikJabar, Kamis (6/8/2026).
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Warung Peuteuy, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, insiden bermula dari cekcok antara Ricky dengan pelaku berinisial B yang merupakan pamannya sendiri.
Perselisihan tersebut sempat berujung adu jotos. Setelah pertengkaran itu, pelaku pulang ke rumah.
Namun, tak lama kemudian B kembali mendatangi lokasi saat Ricky sedang nongkrong di pinggir jalan sambil mengonsumsi minuman keras.
Tanpa diduga, pelaku datang membawa sebilah golok dan langsung membacok korban secara membabi buta. Serangan itu menyebabkan Ricky mengalami luka-luka serius di sejumlah bagian tubuh.
Dari dokumentasi yang beredar, korban mengalami luka sayatan di wajah, bagian belakang kepala, hingga tubuhnya.
Warga dan kerabat kemudian bergegas membawa Ricky ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sementara itu, pelaku sempat melarikan diri usai melakukan aksinya.
Namun, Unit Reskrim Polsek Banyuresmi berhasil menangkap B saat bersembunyi di sebuah kebun jagung pada Selasa dini hari.
Kini, penanganan perkara telah dilimpahkan ke Polres Garut. Seiring meninggalnya korban, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Ancaman hukumannya di atas 7 tahun penjara," tegas Ipda Susilo Adi.(*)