SUMEDANG, ViewJabar.com — Kasus kematian seorang pria asal Bandung bernama Handi (40) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memasuki babak baru. Polisi mengamankan sebanyak 15 orang yang diduga mengetahui atau berkaitan dengan peristiwa penyekapan hingga penganiayaan tersebut.
Belasan orang itu diamankan dan telah menjalani pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Sumedang. Namun, hingga kini polisi masih menempatkan mereka sebagai saksi dan belum menetapkan siapa yang menjadi pelaku.
Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma'ruffi mengatakan, penyidik masih mendalami peran masing-masing orang yang telah diperiksa.
"Kita sudah memeriksa 15 orang saksi, masih kita dalami apa peran masing-masing siapa yang menjadi saksi siapa yang menjadi pelaku," ujar Reza di Mapolres Sumedang, Senin (10/8/2026).
Menariknya, sejumlah orang yang diperiksa polisi diketahui sempat melarikan diri ke wilayah Priok, Jakarta Utara, sesaat setelah kejadian. Polisi kemudian berhasil mengamankan mereka.
"Ada beberapa yang sudah diamankan di wilayah Jakarta Utara tepatnya di Priok, karena yang bersangkutan begitu kejadian langsung kabur ke sana, alhamdulillah sudah kita amankan," kata Reza.
Meski demikian, polisi belum mengungkap secara utuh motif di balik dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut. Penyidik masih melakukan pendalaman agar kronologi serta peran setiap pihak dapat diketahui secara jelas.
"Untuk motif masih kita pelajari karena jangan sampai nanti ada persepsi-persepsi lain. Yang jelas masing-masing punya alibi, dalam lidik akan kita kembangkan," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Sumedang digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi mengenaskan di sebuah rumah di Jalan Dano RT 003/010, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 00.15 WIB. Korban diketahui bernama Handi (40), warga Bandung.
Saat dilakukan pengecekan di lokasi, polisi menemukan korban dalam kondisi kaki terikat menggunakan kawat. Kedua pergelangan tangannya juga ditemukan dalam keadaan terikat tali. Selain itu, terdapat sejumlah luka lebam pada wajah, tangan, kaki, hingga bagian tubuh lainnya.
Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopiansah mengatakan, korban sempat mengaku telah menjadi korban kekerasan.