TANGERANG SELATAN, ViewJabar.com — Peristiwa tragis terjadi di Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin (10/8/2026). Seorang siswi SMA berinisial AP meninggal dunia setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) yang tengah melintas sekitar pukul 16.45 WIB.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara pasti kronologi dan penyebab meninggalnya korban. Salah satu dugaan yang muncul adalah korban diduga sengaja berada di jalur kereta sesaat sebelum KRL melintas.
Dugaan tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah warganet yang mengaku berada di sekitar lokasi membagikan kesaksian mereka melalui media sosial.
Namun, keterangan tersebut masih berupa klaim warganet dan belum dapat dipastikan kebenarannya oleh pihak kepolisian.
Salah satu unggahan menyebut korban diduga melompat dan tertabrak KRL. Sementara kesaksian lain menyebut korban sempat berada di sekitar rel sebelum kereta mendekat.
Perbedaan kesaksian itu membuat polisi masih perlu melakukan pendalaman untuk memastikan kejadian sebenarnya.
Selain kesaksian warganet, beredar pula tangkapan layar unggahan media sosial yang diduga milik korban. Unggahan tersebut kemudian menjadi perhatian publik.
Meski demikian, keaslian serta konteks unggahan itu masih perlu diverifikasi dan tidak dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab korban meninggal dunia.
“Dugaan sementara, tidak bisa berandai-andai. Tunggu dulu, kita lakukan proses penyelidikan, untuk mengetahui penyebab seperti apa,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Polisi juga telah meminta keterangan dari teman korban. Keduanya diketahui sempat pulang bersama menuju Stasiun Jurangmangu sebelum kemudian berpisah untuk menunggu kereta di lokasi berbeda.
Usai kejadian, AP langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tangerang Selatan. Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, korban mengalami luka pada bagian kepala.
“Hasil pemeriksaan awal di TKP, korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka pada bagian kepala. Namun demikian, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan,” ujar Bambang.
Untuk mengungkap fakta secara lebih lengkap, polisi juga melakukan pemeriksaan medis atau visum. Hasil penyelidikan nantinya diharapkan dapat menjelaskan secara jelas bagaimana peristiwa tragis tersebut terjadi.