Dibawa ke Rumah Sakit Lain, Berakhir Duka
Karena merasa belum mendapatkan penanganan yang diharapkan, keluarga akhirnya membawa sang ayah ke RS Aisyiyah Muntilan.
Nidia mengatakan, setibanya di rumah sakit tersebut, sang ayah langsung menjalani sejumlah pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel darah dan pemeriksaan rontgen. Pasien juga disebut sempat diminta menjalani rawat inap.
Namun, beberapa hari kemudian, kabar duka datang. Sang ayah dinyatakan meninggal dunia.
Nidia menyadari bahwa kematian merupakan takdir yang tidak dapat diubah. Kendati demikian, pengalaman tersebut masih membekas dan membuatnya berharap tidak ada masyarakat lain yang mengalami kejadian serupa.
"Takdir memang tidak bisa diubah, tetapi usaha, kepedulian, dan tanggung jawab jangan sampai dikurangi," tulisnya.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pasien yang datang untuk mendapatkan pertolongan harus mendapatkan perhatian dan pelayanan yang layak.
RSUD Merah Putih Buka Suara
Setelah curhatan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, pihak RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang turut memberikan tanggapan.
Direktur Utama RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang, Dr Leli Puspitowati MM., mengatakan pihak rumah sakit menerima persoalan tersebut sebagai bahan masukan dan evaluasi internal.
"Untuk evaluasi bagi internal kami, seluruh unit pelayanan untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan," kata Leli dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan kepada masyarakat ke depan semakin baik.
"Evaluasi dan perbaikan yang terus menerus dan berkelanjutan untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan menjadi komitmen utama seluruh hospitalia RS Merah Putih," ujarnya.
Leli juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan rumah sakit.
"Mohon maaf apabila masih ada beberapa kekurangan dari pelayanan kami," tandasnya.