JAKARTA, ViewJabar.com - Kebakaran hebat menghanguskan sebuah pabrik bingkai di Jalan Lampiri, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Kobaran api yang membesar dengan cepat sempat membuat warga sekitar panik.
Besarnya kobaran api diduga dipengaruhi oleh kondisi lokasi yang menyimpan sejumlah bahan mudah terbakar. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat kepulan asap hitam membubung tinggi disertai nyala api berwarna merah dari area pabrik.
Salah seorang warga mengaku sempat kaget ketika mendengar keramaian di sekitar rumahnya pada tengah malam.
“Kaget kenapa tengah malem deket rumah ada rame-rame. Sempet ngira kayak ada yang tawuran, pas liat keluar api udah besar banget,” tulis warga melalui akun Threads @saydin_skbf, Rabu (12/8/2026).
25 Mobil Damkar Diterjunkan
Command Center Damkar Jakarta Timur menerima laporan kebakaran sekitar pukul 00.25 WIB. Petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dengan 125 personel dikerahkan. Armada tersebut terdiri dari 20 unit dari Gulkarmat DKI Jakarta dan lima unit bantuan dari Kota Bekasi.
“Objek pabrik bingkai,” demikian keterangan dari Damkar Jakarta Timur.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala berupa akses menuju lokasi yang sempit serta sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran.
“Kendala sumber air jauh dan akses masuk sempit ke TKP,” imbuh keterangan tersebut.
Situasi di sekitar lokasi juga dipadati warga yang ingin melihat langsung proses pemadaman. Petugas dan warga bahkan beberapa kali meminta masyarakat menepi agar kendaraan pemadam dapat mendekati titik api.
“Mundur-mundur, kasih jalan,” ujar salah seorang warga.
Api Berhasil Dilokalisir, Pendinginan Dilanjutkan
Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 00.31 WIB. Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas berhasil melokalisir api sekitar pukul 03.30 WIB.
Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali membesar.