News

Ruang Rapat Diskominfo Kukar Dibakar, Pegawai Diduga Kesal Sering Jadi Bahan Olokan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:18 WIB
Pembakaran kantor Diskominfo Kabupaten Kukar oleh salah satu pegawainya. (Instagram/damkarmatan_kukar)

KALTIM, ViewJabar.com - Aksi pembakaran ruang rapat di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menggegerkan publik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026 pagi. Seorang pegawai Diskominfo Kukar berinisial MFA diduga menjadi pelaku pembakaran dan kini telah diamankan polisi.

Kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Kukar. Polisi tengah mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik aksi tersebut.

Dari penyelidikan awal, aksi itu diduga dipicu persoalan pribadi MFA dengan sejumlah rekan sejawat. Ia disebut merasa kesal lantaran kerap menjadi bahan olokan di lingkungan kerja.

Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, mengatakan MFA diduga sering difoto oleh rekan kerjanya, kemudian foto tersebut dibagikan ke grup percakapan bersama dan dijadikan bahan lelucon.

Tak hanya itu, foto MFA juga diduga dibuat menjadi stiker WhatsApp.

“Motifnya, saat melakukan pembakaran di Diskominfo, dia kesal dengan lingkungan, dengan karyawan lain. Karena sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker,” ujar Elnath, Rabu, 12 Agustus 2026.

MFA diketahui bekerja sebagai operator call center di lingkungan Diskominfo Kukar.

Yang membuat kasus ini semakin menjadi sorotan, polisi menduga aksi pembakaran tersebut bukan tindakan spontan. MFA disebut telah mempersiapkan aksinya dengan membawa bahan bakar dalam jumlah besar.

Polisi menyebut MFA membeli Pertalite sekitar 30 hingga 40 liter sebelum membawanya ke ruang rapat di lantai tiga.

“Beli bensin Pertalite sekitar 30-40 liter untuk dibawa ke ruangan,” kata Elnath.

Aksi tersebut diduga dimulai sekitar pukul 07.20 Wita, sementara MFA disebut sudah bersiap sejak sekitar pukul 07.00 Wita.

Di tengah penyelidikan, muncul pula video yang beredar di media sosial dan diduga memperlihatkan MFA mengalami pemukulan oleh sejumlah orang setelah diamankan.

Namun, polisi mengaku belum mendapatkan informasi terkait dugaan pemukulan tersebut.

“Kalau pemukulan belum kami dengar. Masih fokus di pembakaran, misal ada mungkin karena emosi orang,” ujar Elnath.

Halaman:

Tags

Terkini