Desa Belangian, Desa di Geopark Meratus yang Tak Terendam Danau Riam Kanan

photo author
Dedy Suhaeri, View Jabar
- Jumat, 23 Agustus 2024 | 16:09 WIB
Desa Wisata Belangian yang terletak di kawasan Geopark Meratus Kalimantan Selatan kaya akan tradisi budaya dan kekayaan flora dan fauna khas hutan tropis. (dedy suhe)
Desa Wisata Belangian yang terletak di kawasan Geopark Meratus Kalimantan Selatan kaya akan tradisi budaya dan kekayaan flora dan fauna khas hutan tropis. (dedy suhe)

 

VIEWJABAR- Terletak di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Desa Belangian merupakan salah satu situs budaya di rute timur Geopark Meratus. Jaraknya sekitar 24 kilometer dari Kota Banjarbaru dan bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua yang kemudian dilanjutkan dengan perahu bermotor  yang biasa disebut klotok.

Nama Belangian berasal dari dua kata dalam bahasa suku Dayak. "Balai" yang berarti tempat pertemuan dan "Ngian" yang berarti makhluk halus. Konon katanya ha ini terkait dengan upacara adat di Teluk Belangian yang tak jauh dari desa.

Saat langkah kaki pertama kali menyentuh tanah Desa Belangian tradisi budaya “Gawi Sabumi” akan mneyambut rombongan tamu. Gawi Sabumi adalah kegiatan memasak untuk menyambut tamu untuk makan bersama.

Menurut H. Asnawi, salah seoang tetua di Desa Belangiang, ritual penyambutan ini bukan sekadar bentuk sopan santun, melainkan manifestasi dari filosofi hidup yang mengakar kuat. Sambil menghidangkan makanan yang dimasak dengan penuh cinta, perempuan-perempuan Desa Belangian menceritakan kisah nenek moyang mereka, mengaitkan setiap hidangan dengan legenda dan tradisi lokal.

 

Ikon lain yang menjadi atraksi budaya Desa Belangiang adalah kain sasirangan. Kain khas Kalimantan Selatan ini diproduksi secara tradisional dengan bahan-bahan pewarna alami seperti kayu secang, kunir, kapur dan lain sebagainya.

Kekayaan flora berupa hutan Lembah Kahung yang berada di kawasan Geopark Meratus adalah kekayaan lain Desa Belangiang. Sepajang perjalanan dipenuhi dengan pohon-pohon hutan hujan tropis dengan udara sejuk.

Geopark Meratus mempunyai keanekaragaman hayati khas Pegunungan Meratus. Di antaranya aneka pohon berkayu, seperti binuang laki, meranti, mawai, beringin, rawali, serta beberapa jenis anggrek dan jamu. Sedangkan untuk fauna dapat dijumpai monyet hitam (hirangan), cacing kepala martil, beberapa spesies katak dan ular, rusa, babi hutan, beruang madu, dan owa-owa yang merupakan fauna endemik Kalimatan.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Suhaeri

Sumber: liputan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X