VIEWJABAR.COM - Penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD semakin meningkat pada beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini.
Terbukti dengan banyaknya jumlah penderita DBD yang dirawat di rumah sakit, bahkan dikabarkan sampai merenggut nyawa.
Penyebab utama penyakit DBD diketahui oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Kondisi ini sering terjadi pada musim hujan di daerah-daerah tropis atau subtropis atau juga musim pancaroba.
Nyamuk Aedes Aegypti biasanya berkembang biak pada genangan air yang ada lubang atau barang-barang bekas akibat hujan.
Untuk mencegah penyebaran DBD maka perlu adanya upaya untuk menghentikan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
Salah satu upaya itu dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yakni melalui prinsip 3M. Penerapan 3 M ini sangat penting karena penyakit DBD tergolong berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Baca Juga: Resep Yang Bikin Boncos Nasi Ya Resep Sambal Teri Kacang Panjang
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui penerapan prinsip 3M yakni dengan melakukan beberapa upaya sebagai berikut :
Pertama, Menguras tempat penampungan air yang bisa mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti.
Kedua, Menutup tempat-tempat penampungan air agar terhindar dari adanya sarang nyamuk Aedes Aegypti.
Ketiga, Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki bisa dijadikan sarang nyamuk Aedes Aegypti.
Baca Juga: Rambut Mana Saja yang Tidak Boleh Dipotong oleh Orang yang Akan Berkurban
Upaya Lain