Terlihat dalam rekaman video yang diunggah di Instagram @pandawaragroup kelima pemuda itu melakukan klarifikasi pemberitaan yang disampaikan secara bergantian oleh mereka berlima.
"Ini bukan panggung untuk saling provokasi, saling menyalahkan bukan solusi, daripada banyak menilai, mending kita banyak aksi," tegasnya.
Baca Juga: Bandung Waste Management (BWM), Inovasi Digital Terbaru Pemerintah Kota Bandung
Pihaknya (mereka berlima) mengaku bahwa, telah datang dan mendapat izin serta telah berkoordinasi dengan aparatur desa setempat dan DLH Kabupaten Sukabumi, untuk menjelaskan perihal terkait pemebrsihan yang akan dilakukan pada Jumat, 29 September 2023.
"Niat maksud dan tujuan kita adalah untuk membersihkan atau mengurangi sampah yang ada di pantai tersebut," ucapnya.
Kemudian pihaknya juga menyebut dari temuan pantai nomor satu, tidak pernah menyudutkan atau pun menyalahkan pihak manapun, dan pihaknya juga tidak pernah mengklaim setelah pantai itu berhasil dibersihkan bahwa itu berkat @pandawaragroup.
Baca Juga: Kebakaran Hebat di Pasar Leuwiliang, Kapolres Bogor: Titik Awal Kebakaran sudah Teridentifikasi
Tetapi pihaknya selalu menyebutkan bahwasanya itu hasil kolaburasi antara instansi terkait dan masyarakat yang ikut berpartisipasi. Dan apa yang dilakukan selama ini hanya untuk menyadarkan dan menginformasikan yang sifatnya jelas yaitu kritik.
"Kritik yang bertujuan untuk membangunkan dan menggugahkan kesadaran seluruh masyarakat Indonesia," tegasnya.
Selanjutnya pihaknya juga memohon maaf apabila ada ucapan, prilaku dan tingkah laku yang tidak berkenan dihati bapak ibu semuanya.
"Sesuai dengan yang telah dijadwalkan, pihaknya tetap akan melaksanakan clean up pada tanggal 6-7 Oktober 2023, sampai ketemu disana wargi Sukabumi dan Jawa Barat yang kami Cintai," Tandasnya.***