VIEWJABAR - Krisis air bersih di Kabupaten Bogor kian meluas, menyusul musim kemarau yang berkepanjangan akibat El Nino.
Musim kemarau akibat El Nino sudah hampir lima bulan berlangsung. Hal itu menyebabkan kekeringan dan berdampak pada krisis air bersih di Kabupaten Bogor.
Untuk mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan air pada wilayah yang terdampak krisis air bersih.
Baca Juga: Jadwal Sholat Hari Ini Kota Bogor dan Sekitarnya, Senin 16 Oktober 2023
Plt Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Asep Sulaeman mengatakan, meskipun sebagian wilayah Kabupaten Bogor sudah ada guyuran hujan, kekeringan masih terus meluas.
"Sebelumnya hanya 186 desa yang terdampak, kini bertambah menjadi 195 desa," katanya.
Bantuan air bersih
Pendistribusian air bersih lanjut Asep, masih terus dilakukan pihak BPBD, Damkar, PDAM dan juga bantuan pihak swasta. Hingga saat ini frekuensi pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak mencapai 4.293 juta liter air.
Baca Juga: Jadwal Sholat Hari ini Kota Bandung dan Sekitarnya, Senin 16 Oktober 2023
Selanjutnya kata Asep, dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, hanya dua kecamatan yang belum adanya laporan krisis air bersih, yakni kecamatan Cileungsi dan Tajur halang.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bogor, bencana kekeringan di wilayah bumi Tegar Beriman, hingga saat ini kian meluas.
Statistik Bencana Krisis Air Bersih
Inilah data statistik bencana kekeringan yang melanda warga masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor, selengkapnya berikut ini.