Namun terlihat dalam rekaman sebuah video yang beredar di media sosial Tb Ule Sulaeman terlibat perbincangan dengan Bupati Bogor, Iwan Setiawan bersama Kapolres Bogor, Dandim Bogor, Kadishub Bogor, Camat Parung Panjang dan beberapa pejabat lainnya.
"Jalan Provinsi boleh dilalui tambang, 8 ton?," Tanya Tb Ule lalu dijawab Kadishub boleh
"Nanti besok - besok yang lebih dari 8 ton mohon diusir yah," tegasnya.
lalu dijawab dishub "siap,siap,siap," kemdian kata Tb Ule harus punya integritas dong, jangan siap - sipa mulu dari kemarin.
"Ini sudah berlangsung lama, 40 ton melintas kenapa tidak ditindak?," katanya.
mendapat pertanyaan seperti itu, semua yang terlibat perbincangan di halaman kantor Kecamatan Parung Panjang semua bungkam dan lalu membubarkan diri.
Sementara koordinator aksi Parung Panjang bersatu, Candra Aji mengatakan, aksi pada hari ini tidak mendapat jawaban pasti dari Pemerintah terkait beberapa tuntutan yang disampaikan yakni minta segera direalisasikan jalan tamabng, perbaikan jalan dan penegakan hukum lalu lintas angkutan tambang.
Kemungkinan menurut Candra pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan masa yang lebih banyak, sampai tuntutannya disetujui.
"Kami akan kembali melakukan aksi dengan masa yang lebih banyak, sampai tuntutan kami di kabulkan,"tandasnya.