VIEWJABAR - Polisi telah memeriksa sopir ambulan yang membawa "jenazah" Urip Saputra terkait kasus mayat di peti hidup lagi.
Dari keterangan sopir ambulan inilah terungkap kronologi Urip Saputra masuk ke peti mayat dan berpura -pura mati.
Urip Saputra diduga masuk ke peti mati sejak Rest Area Cibubur dalam perjalanan menuju rumahnya di Perumahan Ambar, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Peti mati dan ambulan dipesan oleh Urip Saputra bersama istrinya. Dengan ambulan itulah Urip Saputra, istrinya, dan anaknya pulang dari Jakarta menuju rumahnya di Bogor sembari membawa peti mati.
Tiba di Rest Area Cibubur, Urip Saputra beristirahat sebentar. Dan ketika melanjutan perjalanan, Urip menghilang.
Baca Juga: Rebbana Lakukan Kolaborasi Satgas Citarum Harum, Ciptakan Edukasi Kebermanfaatan DAS
Diduga Urip Saputra saat itu sudah masuk ke peti mati.
Sopir ambulan sempat menanyakannya kepada istri Urip Saputra. Namun wanita tak menjawab, ia malah menyuruh sopir melanjutkan perjalanan.
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan, Urip dan istrinya diduga memesan ambulan dan membeli peti mayat sendiri.
"Mereka memesan ambulan dan beli peti mayat. Jadi memesannya satu paket, peti dengan ambulan," jelas AKBP Iman kepada para wartawan Kamis 17 November 2022.
Menurut Iman, pihaknya mengungkap peristiwa ini agar tak terjadi keresahan di masyarakat. Selain itu untuk mengungkap ada apa sebenarnya di balik kasus video viral mayat di peti hidup lagi tersebut.
Jeratan hutang