VIEWJABAR - Pengangkutan sampah di Kota Bandung kerap terhambat karena minimnya armada pengangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA), untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menambah 12 truk compactor guna mengoptimalkan pengangkutan sampah.
Dalam pembelian 12 unit truk compactor, Pemerintah Kota (Pemkot) merogoh kocek Rp. 19,6 milar, ada dua jenis truck compactor yang dibeli DLH, yakni 8 unit ukuran 12 kubik dan 4 unit untuk ukuran 6 kubik.
Baca Juga: Cara Sederhana Membuat Cireng Udang, Aci Seperempat Jadi Sebaskom, Rasanya? Hmm..Gurih dan Kriuk
"Harga compactor 12 kubik Rp1,9 miliar dan 6 kubik seharga Rp1,1 miliar. Metode pengadaan e-purchasing dengan garansi pabrik satu tahun," kata Kepala DLH Kota Bandung, Dudi Prayudi, saat dihubungi Sabtu (17/12/22).
Dudi menyebut, truk compactor yang baru dibeli memiliki keunggulan, yakni kapasitas 1,5 lebih banyak dibanding kontainer terbuka, termasuk dapat meminimalkan kru angkutan dan lebih memudahkan pengangkutan.
Baca Juga: Tiga Agama Besar di Thailand Menggelar Doa Nasional untuk Kesembuhan Putri Bajrakitiyabha
"Sebelum membeli truk compactor baru, DLH memiliki 83 unit armada pengangkut sampah. Dari jumlah tersebut, hanya sekira 56 unit yang kondisinya masih baik, kendaraan yang berusia kurang dari 10 tahun ada 46 unit, sedangkan yang lebih dari 10 tahun 37 unit," katanya.
Dari segi umur, Dudi menyatakan, kendaraan pengangkut sampah perlu peremajaan, tentunya perlu ada peremajaan, dan kebutuhan truk (pengangkut sampah) itu sekira 237 kendaraan, rencananya, 12 truk compactor baru akan ditempatkan di Bojonegara, Cibeunying, Karees, Kordoba, Tegalega, dan Ubermanik.
Baca Juga: Angelina Jolie Mundur sebagai Utusan Khusus PBB, Alasannya Bikin Malu Negara-negara Adidaya
"Namun, ada juga yang disiapkan untuk pelayanan komersial dan kemitraanberharap pengangkutan sampah dari wilayahnya bisa tepat waktu seiring adanya penambahan truk compactor," ungkap Dudi.
Tentunya dengan pengadaan ini pengangkutan sampah ini, relatif tidak terkendala dan tidak 'delay' lagi, dan saat ini diakui masih ada keterlambatan untuk diangkat, untuk itu diharapkan masalah sampah bisa terselesaikan dari sumbernya.
"Salah satunya, sampah domestik diselesaikan di rumah warga masing-masing, produksi sampah itu meningkat terus, mari berinovasi selesaikan sampah itu di sumber, sehingga mengurangi (sampah) yang kita buang ke TPA," pungkasnya.(***)