VIEWJABAR - Dalam upaya mendidik, meningkatkan disiplin serta belajar tanggung jawab kepada siswa di sekolah, haruslah dibuat skenario.
Merancang skenario yang dibuat untuk mendidik disiplin dan belajar tanggung jawab yaitu dengan cara menepati waktu.
Dalam menerapkan sekenario mengubah waktu dari yang sudah baku dibuat menjadi asing, tentunya akan terasa kaku.
Baca Juga: KPU Garut Lantik 1, 326 Anggota PPS
Di sini bisa terlihat sejauh mana adaptasi kebiasaan yang dilakukan dengan perubahan yang terjadi.
Hal itu diungkapkan Wakasek (Wakil Kepala Sekolah) Kesiswaan SMAN 1 Kota Tasikmalaya (SATAS), Drs. Akuh, S.Pd. M.Pd kepada ViewJabar di ruang kerjanya, belum lama ini.
"Biasa masuk kan pukul 07.00 WIB dan gerbang sudah ditutup, kini digeser 5 menit menjadi pukul 06.55 WIB," kata Akuh.
Untuk hari pertama hingga hari ketiga, lanjut Akuh, terlihat banyak siswa yang terlambat datang karena mereka belum terbiasa.
Padahal sebelumnya, ucapnya lagi, semua siswa sudah diberi pemberitahuan bahwa ada perubahan jadwal masuk dan penutupan pintu gerbang.
"Bagi mereka yang kesiangan dikumpulkan di lapangan, dan diberi peringatan dengan membuat pernyataan, sebelum masuk ruang kelas di jam ke-2," cetusnya lagi.
Baca Juga: Keutamaan Bulan Rajab, Menurut Mbah Maimoen Zubair Bulan Mulia, Maka Lakukan Amalan Ini
Alasan mereka, tambah Akuh, nota bene belum terbiasa, telat bangun tidur, dan kehabisan bensin kendaraan motor serta yang lainnya.
Belajar tepat waktu, kata Akuh, bisa dilakukan dengan menghindari kebiasaan menunda. Jangan membiasakan menunda tugas/pekerjaan, karena akan membuat tugas kalian semakin menumpuk.