Untuk potensi air, kata Dedi Rohmatandi masyarakat tidak akan pernah kekurangan apalagi di musim hujan.
Hanya saja masyarakat belum terbiasa dengan budidaya Nila, sehingga harus diberi contoh bahwa budidaya Nila itu menguntungkan bagi masyarakat.
Saat ini kata Dedi Rohmatandi banyak masalah yang sudah berkonsultasi dan memiliki ketertarikan dengan budidaya ikan Nila.
Dedi Rohmatandi mengharapkan dengan adanya percontohan budidaya nila di desa Tobongjaya bisa mendorong masyarakat untuk ikut budidaya Nila.
Cara ini sengaja dipilih karena potensi budidaya ikan nila bisa menguntungkan bagi masyarakat, apalagi kebutuhan masyarakat terhadap ikan cukup tinggi.
Masyarakat saat ini kata Dedi harus diberikan percontohan terlebih dahulu agar tertarik untuk ikut budidaya Nila. Jika tidak ada percontohan jarang berhasil.
Saat ini kebutuhan ikan masyarakat di wilayah Kecamatan Cipatujah untuk ikan air tawar masih didatangkan sari wilayah Singaparna dan juga Cirata.
Artinya kata Dedi, peluang usaha budidaya nila sangat terbuka lebar bagi masyarakat di Tasik selatan khususnya masyarakat Desa Tobongjaya.
Baca Juga: Biaya Haji Tahun 2023 Diusulkan Naik, Begini Tanggapan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI
Budidaya ikan nila jika dikelola dengan baik bisa menjadi potensi ekonomi masyarakat dan yang paling penting pemeliharaan nila cukup mudah.
Dedi mengharapkan ke depan Desa Tobongjaya bisa menjadi sentra budidaya ikan nila di wilayah Kecamatan Cipatujah.***