“Tenaga pendidik dan kependidikanya ada 20, dan yang PNS hanya 2 orang itupun dengan saya,” tambahnya lagi.
Kendati demikian, ucapnya, kondisi ini merupakan tantangan berat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya optimis dan yakin bahwa ini menjadi pemicu dalam upaya memberikan pelayanan, meningkatkan pendidikan kepada masyarat,” imbuhnya.
Tentunya, lanjutnya, campur tangan pemerintah daerah dalam melakukan pembenahan sarana dan prasarana sangat diperlukan.
“Yang paling utama adalah akses jalan. Ini tidak ada lagi adu tawar yang ditawarkan di samping hal lain,” ujarnya.***