VIEWJABAR - Para Guru SMAN 4 Tasikmalaya menangis ketika mantan Kepala Sekolah SMAN 4 Tasikmalaya Dadan Ahmad Sofyan membacakan sebuah puisi.
Puisi yang dibacakan oleh Dadan Ahmad Sofyan adalah puisi terkahir yang ditulis oleh Sastrawan, WS Rendra yakni "Hidup ini seperti uap".
Ketika Dadan Ahmad Sofyan membacakan puisi tersebut, sontak saja, para guru SMAN 4 Tasikmalaya menangis haru.
Isak tangis para guru tidak terbendung saat bait bait puisi karya WS Rendra tersebut dibacakan oleh Dadan Ahmad Sofyan.
Itu terjadi karena puisi karya terkahir WS Rendra tersebut juga menjadi kata kata terakhir yang diucapkan oleh Dadan Ahmad Sofyan di SMAN 4 Tasikmalaya.
Sebait puisi yang dibacakan oleh Dadan Ahmad Sofyan karya Ws Rendra yang membuat para guru SMAN 4 Tasikmalaya sebagi berikut.
Baca Juga: Inggit Ganarsih Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional, Ini Kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Hidup itu seperti uap,
yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap!
Ketika orang memuji milikku,
aku berkata bahwa ini hanya titipan saja.
Bahwa mobilku adalah titipan-Nya,
Bahwa rumahku adalah titipan-Nya,
Bahwa hartaku adalah titipan-Nya,
Bahwa putra-putriku hanyalah titipan-Nya ...
Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
"Mengapa Dia menitipkannya kepadaku?"
"Untuk apa Dia menitipkan semuanya kepadaku?"
Dan kalau bukan milikku, apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik-Nya ini?
Dadan Ahmad Sofyan membacakan puisi karya WS Rendra tersebut sampai tuntas pada saat pisah sambut kepala SMAN 4 Tasikmalaya Senin 6 Februari 2023.