Para ilmuwan kesehatan menganalisis 40 sampel dari orang-orang yang belum pernah merokok atau menggunakan vape.
Baca Juga: Benarkah Mengganti Asupan Daging Merah dengan Ikan Asin Jamin Kesehatan, Simak Penjelasannya di Sini
Kemudian, mereka memberikan 40 isapan vape tanpa rasa pada neutrofil yang berasal dari darah, yang menurut penelitian sebelumnya merupakan paparan harian yang minimal
Dalam penelitian tersebut, ilmuwan menemukan bahwa meski sel-sel tersebut masih hidup setelah terpapar uap rokok elektrik dalam waktu singkat dan dalam tingkat rendah.
Akan tetapi tidak lagi dapat bergerak secara efisien dan tidak dapat melakukan peran pertahanan seperti biasanya.
Patut dicatat bahwa uap dari e-liquid tanpa nikotin memiliki kelemahan yang sama dengan uap dari e-liquid yang mengandung nikotin.
Oleh karena itu, dampak uap rokok elektrik terhadap mobilitas mereka menjadi sangat memprihatinkan.
“Dan jika hal ini terjadi pada tubuh, maka mereka yang rutin menggunakan rokok elektrik berisiko lebih besar terkena penyakit pernapasan,” tutur David Thickett, profesor dalam Kedokteran Pernapasan di University of Birmingham.***