Kisah Haru di Film 'Pangku': Reza Rahadian Angkat Fenomena Kopi Lendot Jadi Potret Perjuangan Ibu Tunggal

photo author
Aam Permana S, View Jabar
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian kembali mengejutkan dunia perfilman Indonesia lewat karya terbarunya, “Pangku” (IG/filmpangku)
Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian kembali mengejutkan dunia perfilman Indonesia lewat karya terbarunya, “Pangku” (IG/filmpangku)

VIEWJABAR.COM - Aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian kembali mengejutkan dunia perfilman Indonesia lewat karya terbarunya, “Pangku”, yang akan dirilis 6 November 2025. Film ini bukan sekadar drama sosial, tetapi juga kisah mendalam tentang cinta, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu dalam menghadapi kerasnya hidup.

Diproduksi oleh Gambar Gerak, “Pangku” menjadi salah satu film lokal paling dinantikan tahun ini.

Reza menampilkan sisi lain dari dunia Pantura melalui tokoh Sartika, seorang ibu yang harus berjuang di tengah dilema antara kebutuhan ekonomi, moral, dan kasih sayang kepada anaknya.

Baca Juga: Modus Baru! Komplotan Pencuri Gembos Ban Mobil Gasak Rp100 Juta di Majalengka

Inspirasi film ini datang dari fenomena “kopi lendot”, istilah khas yang sering digunakan untuk menggambarkan pramusaji di warung kopi Pantura yang bersikap manja atau menggoda pelanggan.

Reza memanfaatkan fenomena ini sebagai latar sosial yang merefleksikan kenyataan hidup perempuan yang kerap disalahpahami oleh masyarakat.

Menurut tix.id, “Pangku” merupakan karya yang sangat personal bagi Reza Rahadian.

Baca Juga: Anggota DPRD Dipastikan Terima Honor Monev, Nominalnya Tunggu Kajian Pemkot Bandung

Ia menciptakan film ini sebagai bentuk penghormatan terhadap ibunya, sosok perempuan kuat yang menjadi sumber inspirasinya sejak kecil.

Melalui cerita ini, Reza ingin menunjukkan cinta seorang ibu yang tulus meski hidup dalam kesulitan.

Dengan alur emosional dan pesan moral yang kuat, “Pangku” diharapkan menjadi film yang tak hanya menghibur, tetapi juga menggugah empati penonton terhadap realitas sosial di balik fenomena yang sering dipandang sebelah mata.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Aam Permana S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X