BANDUNG, ViewJabar.com — Media sosial tengah dihebohkan oleh kisah memilukan seorang remaja berusia Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang harus berjuang sendirian menjadi tulang punggung keluarga.
Kisah nyata ini viral setelah dibagikan oleh seorang pengemudi ojek online melalui akun @acaayaaaaaa.
Peristiwa ini bermula saat pengemudi GoRide tersebut menerima pesanan penumpang sekitar pukul 22.00 WIB.
Di tengah perjalanan, sang pengemudi berbincang dengan penumpangnya yang ternyata masih di bawah umur.
Baca Juga: Viral Disebut Mirip Nike Ardilla, Rara Alya Ungkap Kisah Potong Rambut hingga Pesan Lewat Mimpi
Remaja tersebut mengaku baru saja pulang bekerja. Ia memulai aktivitasnya sejak pukul 09.00 pagi dan baru selesai pada pukul 21.00 malam.
Tragisnya, dari 12 jam kerja kerasnya itu, ia hanya menerima upah sebesar Rp25.000 hingga Rp30.000 per hari.
Penghasilan tersebut bahkan hampir habis hanya untuk membayar ongkos transportasi pulang-pergi yang mencapai Rp24.000.
Alhasil, uang bersih yang berhasil dibawa pulang untuk menyambung hidup terkadang hanya tersisa Rp6.000.
Saat ditanya alasannya bertahan dengan upah yang tidak layak, remaja tersebut memberikan jawaban tegar yang menyayat hati.
Ia mengaku terpaksa menerima pekerjaan apa saja yang tersedia karena belum memiliki KTP untuk melamar di tempat yang lebih baik seperti kafe.
Fakta mengejutkan dan memilukan baru terungkap secara utuh saat sang pengemudi mengantarkan remaja tersebut tiba di rumahnya.
Diketahui, sang ayah saat ini sedang mendekam di balik jeruji besi penjara, sedangkan ibunya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
Kondisi tersebut memaksa sang anak di usia belia memikul tanggung jawab besar yang seharusnya dipikul orang dewasa.
Di saat anak-anak seusianya fokus bersekolah dan bermain, ia harus memutar otak demi bisa bertahan hidup dan melindungi adiknya yang masih kecil.