Dengan kondisi tersebut, peternak disebut berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 untuk setiap kilogram telur yang dihasilkan.
Besarnya kerugian, menurut Andry, bergantung pada jumlah populasi ayam yang dimiliki masing-masing peternak.
Harga Ayam Afkir Ikut Terjun
Bukan hanya telur, harga ayam afkir juga menjadi persoalan. Peternak menyebut harga ayam afkir kini berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram.
Para peternak berharap pemerintah dapat membantu penyerapan ayam afkir, termasuk melalui fasilitas penyimpanan seperti cold storage.
Dengan adanya intervensi tersebut, peternak berharap harga ayam afkir dapat kembali lebih baik dan tidak semakin membebani usaha mereka.
Harga Pakan Naik hingga 40 Persen
Di tengah harga jual yang menurun, persoalan lain muncul dari sisi biaya produksi.
Harga pakan ayam petelur disebut masih tinggi dan bahkan mengalami kenaikan sekitar 30 hingga 40 persen.
Andry menyebut harga konsentrat berada di sekitar Rp480.000, sedangkan jika sudah menjadi pakan jadi, harganya sekitar Rp8.000 per kilogram.
Peternak pun meminta pemerintah ikut turun tangan agar harga pakan bisa ditekan.
Mereka berharap adanya kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan produksi dan kebutuhan pasar, menekan biaya pakan, serta membantu penyerapan ayam afkir.
Aksi membagikan 1.600 ayam gratis di Malioboro itu pun menjadi gambaran kerasnya tekanan yang tengah dihadapi para peternak ayam petelur di DIY.(*)
Artikel Terkait
Misteri Kematian Siswi SMA di Stasiun Jurangmangu, Muncul Dugaan Sengaja Masuk Jalur KRL
Kecelakaan Mengerikan di Bojonegoro, Mobil Kiai Anwar Zahid Dihantam Truk dari Belakang