Heboh The Sounds Project! Hafalan Al-Qur’an Disebut Jadi Challenge Berhadiah Miras, 5 Pihak Dilaporkan

photo author
Astriyani., View Jabar
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:08 WIB
Menyoroti viralnya kontroversi dugaan tantangan hafalan Al-Quran yang berhadiah miras dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. (Instagram.com/@nowdots)
Menyoroti viralnya kontroversi dugaan tantangan hafalan Al-Quran yang berhadiah miras dalam festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara. (Instagram.com/@nowdots)

The Sounds Project Angkat Bicara

Di tengah ramainya kecaman publik, pihak The Sounds Project turut memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya.

Pihak penyelenggara menyatakan mengecam keras tindakan yang menjadikan agama sebagai bagian dari aktivitas promosi.

“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut,” demikian pernyataan resmi The Sounds Project.

Pihak penyelenggara juga menegaskan bahwa mereka tidak membenarkan penggunaan agama sebagai bahan tantangan maupun promosi produk dalam bentuk apa pun.

Newport Sampaikan Permintaan Maaf

Sementara itu, pihak Newport juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.

Direktur Newport, Handoko Sasongko, mengatakan aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, ataupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh pihak Newport.

Menurutnya, pihak perusahaan menyesalkan adanya kelalaian dalam pengawasan di lapangan sehingga aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan nilai agama, keyakinan, budaya, dan adat masyarakat dapat terjadi.

Newport pun menyampaikan permohonan maaf kepada umat Muslim, tokoh agama, serta masyarakat Indonesia atas munculnya kejadian tersebut.

MC Ikut Buka Suara

Revnaldo Ega, yang disebut sebagai MC booth Newport dalam acara tersebut, juga memberikan klarifikasi melalui akun Threads miliknya.

Ega menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Ia mengakui adanya kelalaian dalam mengendalikan situasi dan menyebut kejadian tersebut sebagai pembelajaran agar ke depan dapat lebih sigap serta bertanggung jawab.

Kini, kontroversi tersebut memasuki babak baru setelah adanya laporan ke Polda Metro Jaya. Publik pun menantikan bagaimana proses klarifikasi dan penanganan hukum terhadap pihak-pihak yang dilaporkan.(*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Astriyani.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X