News

Heboh! Preman Kiaracondong Tebas Warga Pakai Pedang Samurai Gara-gara Utang Rp150 Ribu

Senin, 3 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Menyoroti kasus penganiayaan yang diduga melibatkan preman saat menagih utang warga di Kiaracondong, Bandung. ( (Instagram.com/@humas_polrestabes_bandung)

BANDUNG, ViewJabar.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video aksi brutal seorang pria yang diduga preman di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat.

Peristiwa berdarah yang dipicu persoalan utang senilai Rp150 ribu itu berujung pada aksi penyerangan menggunakan pedang samurai hingga menyebabkan empat orang menjadi korban.

Korban utama berinisial RP (35) mengalami luka sabetan di bagian tangan dan mulut setelah diserang pelaku berinisial RH (30).

Selain RP, tiga warga lainnya juga dilaporkan menjadi korban dalam insiden yang terjadi di Jalan Sukamanah, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, pada Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 01.15 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat RH bersama rekannya mendatangi korban untuk menagih uang sebesar Rp150 ribu yang disebut sebagai hasil penjualan lemari plastik. Namun, penagihan tersebut berujung cekcok hingga berubah menjadi aksi kekerasan.

Bukannya menyelesaikan persoalan secara baik-baik, pelaku justru mengamuk dan mengayunkan pedang samurai ke arah korban serta warga yang berada di sekitar lokasi. Kepanikan pun tak terhindarkan.

Aksi mengerikan tersebut sempat direkam warga dan videonya dengan cepat menyebar di media sosial hingga menuai perhatian publik. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi.

Namun saat petugas tiba, pelaku bersama rekan-rekannya telah melarikan diri, sementara para korban sudah dalam kondisi terluka.

Kapolsek Kiaracondong, Kompol Sumartono, mengungkapkan bahwa timnya bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengetahui keberadaan pelaku.

"Kurang dari 24 jam, pelaku langsung kami amankan beserta barang buktinya," ungkap Sumartono dalam keterangannya, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Sumartono, RH ditangkap saat bersembunyi di rumah orang tuanya yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

Ia menjelaskan, motif penyerangan diduga dipicu persoalan penagihan uang hasil penjualan lemari plastik.

"Awalnya para pelaku ini akan menagih hutang atau menagih uang hasil penjualan lemari plastik. Namun hal itu dibantah dan terjadilah perkelahian," bebernya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi juga mengungkap bahwa RH diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat melakukan aksi penyerangan tersebut.

"Sebenarnya kami sudah melakukan pembinaan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar wilayah tetap kondusif. Namun kalau sudah akhir pekan mereka suka berkeliaran," kata Sumartono.

Halaman:

Tags

Terkini